Tiga Desa di Kecamatan Selimbau dapat Asuransi Nelayan, Santunan Kematian Rp 200 Juta

"Santunan kecelakaan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan seperti kematian akibat kecelakaan sebesar Rp160 juta,

Tiga Desa di Kecamatan Selimbau dapat Asuransi Nelayan, Santunan Kematian Rp 200 Juta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ilustrasi Kartu Asuransi Nelayan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kementerian Perikanan RI memberikan bantuan kartu asuransi nelayan ke masyarakat nelayan di tiga desa Kecamatan Selimbau yaitu, Desa Tempurau, Laboyan, dan Desa Mawan.

Pemberian tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Triwati kepada wartawan, diruangan Kantornya Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (7/12/2018).

"Kuota asuransi nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) sebanyak 650 orang, namun terealisasi itu sebanyak 510 orang dan yang sudah terbit kartu asuransinya sebanyak 114 nelayan," ujar Triwati.

Baca: Polisi Pantau Distribusi dan Ketersediaan BBM di Entikong

Baca: Jelang Natal dan Tahun Baru, Polsek Kapuas Pantau Harga BBM di Sejumlah SPBU

Triwati menjelaskan, nelayan di Desa Tempuran yang mendapatkan kartu asuransi sebanyak 10 orang, Desa Laboyan 86 orang dan Desa Mawan sebanyak 18 orang. "Untuk yang lain kartunya belum tercetak, kemungkinan dalam waktu dekat juga akan segera dibagikan kepada nelayan," ucapnya.

Jumlah nelayan di wilayah Kapuas Hulu yang tercatat sebanyak 4.861 kepala keluarga (KK), diharapkan kedepan program asuransi itu berkelanjutan.

"Namun, masa berlaku kartu asuransi nelayan tersebut hanya satu tahun, bagi yang sudah mendapatkan kartu asuransi nantinya akan disarankan mengikuti asuransi mandiri. Jadi yang menerima asuransi, nelayan yang sudah memiliki Kartu pelaku usaha bidang perikanan," ujarnya.

Baca: Ngopi Bareng dan Diskusi Bersama Mahasiswa, Adrianus: Mahasiswa harus Kreatif dan Rajin Belajar

Apa sih manfaat asuransi nelayan tersebut, Triwati menjelaskan untuk santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan berupa kematian akibat kecelakaan Rp200 juta, kematian akibat selain kecelakaan Rp160 juta, cacat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan sebesar Rp20 juta.

"Santunan kecelakaan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan seperti kematian akibat kecelakaan sebesar Rp160 juta, kematian akibat meninggal dunia biasa Rp160 juta, cacat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved