Miliki Sertifikat Hutan Adat, Paolus Hadi Sebut Kampung Bangkan Ukir Sejarah

PH sapaan akrabnya menjelaskan, hutan adat merupakan aset yang harus dikelola oleh kelompok untuk kepentingan masyarakat banyak

Miliki Sertifikat Hutan Adat, Paolus Hadi Sebut Kampung Bangkan Ukir Sejarah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat menghadiri syukuran masyarakat adat Kampung Bangkan, Desa Tae, Kecamatan Balai, kabupaten Sanggau, Sabtu (13/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati Sanggau Paolus Hadi mengatakan bahwa Kampung Bangkan, desa Tae merupakan Kampung yang mengukir sejarah, karena kampung ini dijadikan syarat untuk penandatangan hukum hutan adat.

“Saya mengucapkan selamat kepada masyarakat adat Desa Tae yang telah mendapat Sertifikat kepemilikan hutan adat ketika, ” katanya saat menghadiri syukuran masyarakat adat Kampung Bangkan, Desa Tae, Kecamatan Balai, kabupaten Sanggau, Sabtu (13/10/2018).

Baca: BMKG Rilis Peringatan Dini Hari Ini, Sejumlah Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat

Baca: Rayakan Ulang Tahun Jimin, Mewahnya Jet Pribadi Boyband BTS Jadi Sorotan!

PH sapaan akrabnya menjelaskan, hutan adat merupakan aset yang harus dikelola oleh kelompok untuk kepentingan masyarakat banyak dan tidak boleh diperjualbelikan.

Dalam kesempatan ini, Ia juga menyampaikan akan menandatangani SK Ketemenggungan Ketori dan Pisang di Kecamatan Jangkang, pada tanggal 28 Oktober mendatang.

Baca: Paoulus Hadi Sebut Desa Tae Dan Dusun Segumon Terima Sertifikat Hutan Adat Dari Presiden RI

Sementara itu, Direktur Insitut Dayakologi, Chris Gunui mengatakan bahwa, yang menentukan status daerah itu merupakan tanah adat atau bukan itu masyarakatnya sendiri, bukan Pemerintah.

Menurutnya sangat sia-sia Pemerintah menerbitkan setumpuk sertifikat hutan dan tanah adat, tetapi masyarakat tidak mengkui status itu.

Pj Kades Tae, Aloysius Iwan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Dayakologi atas perjuangan dalam mempertahankan tanah adat sehingga Desa Tae sudah memiliki kepemilikan hutan adat melalui sertifikat yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan diterima oleh Kepala Desa Tae di Jakarta beberapa waktu.

Sertifikat hutan adat Desa Tae dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia ini berbunyi Penetapan Dan Pencantuman Hutan Adat Tae kepada Masyarakat Hukum adat Ketemenggungan Tae Seluas kurang lebih 2.189 hektare yang terletak di Desa Tae Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau dengan nomor SK 5770/MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.1/9/2018 tanggal 7 September 2018. (*).

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help