Pengamat Minta Pemkot Pontianak Kaji Ulang Pembangunan Bundaran Siantan, Ini Analisanya

Bundaran itu mempunyai keterbatasan, jadi pada kondisi lalu lintas yang sangat tinggi, dia malah tidak berfungsi dengan baik.

Pengamat Minta Pemkot Pontianak Kaji Ulang Pembangunan Bundaran Siantan, Ini Analisanya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Pengamat Transportasi Untan, Rudi Sugiono Suyono. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - "Sebaik Pemerintah Kota Pontianak memikirkan ulang terkait pembangunan bundaran di Pontianak Utara yang lokasinya di perempatan Jalan Gusti Situt Mahmud dan 28 Oktober atau perempatan akses Jembatan Landak itu," terang Rudi Sugiono Suyono, Pengamat Transportasi Untan, Kamis (11/10/2018).

Dia melihat, di sana (Siantan) tidak akan efektif jika dibuat bundaran dan dia kurang setuju. Mungkin kalau untuk estetika dan penataan memang bisa, tapi kalau kita lihat apabila untuk mengatur lalulintas ini malah tidak efektif nantinya. Pemerintah harus melihat jangka panjang, jangan hanya melihat jangka pendeknya.

Menurutnya, bundaran itu mempunyai keterbatasan, jadi pada kondisi lalu lintas yang sangat tinggi, dia malah tidak berfungsi dengan baik.

"Adanya bundaran akan menimbulkan kemacetan, coba aja lihat yang ada di Bundaran Kota Baru, itu sekarang sudah kelihatan kalau bundaran yang ada sudah tidak efektif lagi," tambahnya.

Lalulintas semakin ramai, dan pengaturan semakin terhambat. Kalau untuk lalulintas yang pergerakannya tinggi , seperti di Tol Landak maupun Kapuas ini saya rasa harus menggunakan lampu lalulintas bukan bundaran ini.

Tata lampu lalulintas sebaik-baiknya dan atur lalulintas yang baik maka jauh lebih efektif.

"Tentunya dengan adanya bundaran nanti, disana (lokasi bundaran Siantan) akan ada dua jalur jalan dan akan sangat besar itu. Dapat kita bayangkan butuh lahan yang sangat besar yang diperlukan dalam pembuatan bundaran ini," jelasnya lagi.

Baca: Dirbinmas Polda Kalbar Gelar Tatap Muka di Sambas, Bahas Masalah Ini

Sugiono melihat bundaran di Ahmad Yani atau Bundara Digulis bukan bundarannya yang berfungsi dalam mengatur lalulintasnya dan itu yang berfungsi adalah lampu lalulintasnya.

"Digulis itu, kalau dia cuma bundaran saja dan tidak ada lampu lalulintas ya udah kacau itu," imbuhnya.

Dia menyarankan kalau pemerintah mau membangun ini, harus dipikirkan dengan benar dan cermat. Bukan masalah cantik dalam menata ruang atau landmark pembangunan tugu saja, tapi harus melihat jangka panjangnya seperti apa.

Lampu yang ada di jalan perempatan tol saat ini, masih kondisinya macet, padahal lampu lalulintas itu diatas bundaran levelnya. Kalau lampu lalulintas tidak mampu mengatur lalulintas dan malah menggunakan bundaran apa yang terjadi dapat dibayangkan.

"Saya harap ini harus dipikirkan ulang oleh pemerintah dalam penataan Siantan, kalau mau keindahan buat saja taman sekitarannya bukan bundaran yang nantinya tidak akan berjalan efektif," tukasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help