Hari Batik Nasional, Ini Lho Sejarah Batik dan 5 Motif Paling Populer

Perayaan ini berawal dari ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Seorang peserta mengenakan busana bercorak batik khas Kayong Utara saat gelaran Festival Budaya Kayong Utara di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Jumat (28/9/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Selasa, 2 Oktober 2018 merupakan Hari Batik Nasional.

Perayaan ini berawal dari ditetapkannya batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu.

Kini, beragam lapisan masyarakat tak hanya mengenakan batik saat menghadiri acara formal.

Baca: SMP Khatolik Santu Petrus Sambut Hari Batik Nasional

Baca: Jelang Pemilu, Aliansi Rembuk Pemuda Sosialisasi Pemilu Aman dan Damai

Baca: Kedepan, Paolus Hadi Targetkan Pelayanan Publik Dipusatkan Disatu Tempat

Bicara soal batik, sudah tahu belum bagaimana sejarah batik dan motif-motifnya yang paling populer?

Kalau belum, yuk langsung simak penjelasannya di bawah ini.

Sejarah (Kesenian) Batik

Melansir Wikipedia pada Senin (1/10/2018), kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dahulu.

Pengembangan batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, lalu berlanjut ke masa Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Awalnya, kegiatan membatik hanya terbatas dalam keraton. Batik yang dihasilkan biasanya untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah serta para petinggi.

Sebagian besar para petinggi tinggal di luar keraton. Karena itu, kesenian batik ini dibawa keluar keraton dan dihasilkan pula di tempatnya masing-masing.

Baca: Ustadz Abdul Somad Ungkap Kehidupannya 20 Tahun Silam, Gaya Rambut Jadi Sorotan

Baca: Mayat Perempuan Bersimbah Darah di Sekadau Merupakan Ibunda Seorang Jurnalis

Baca: Beberapa Fakta Dibalik Peristiwa Penemuan Mayat Perempuan Bersimbah Darah    

Makin lama, kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata hingga meluas dan menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka.

Secara etimologi, batik berasal dari bahasa Jawa ambathik yang terdiri dari kata amba (luas) dan titik.

Ambathik atau batik kemudian berarti menghubungkan titik-titik menjadi gambar tertentu pada kain yang luas atau lebar.

Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita turut menjaga dan melestarikan warisan leluhur ini.

 

Salah satu caranya adalah dengan mengenal ragam motif batik nusantara.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved