Herman Hofi Minta Pemkot Bongkar Juga Pagar Pada Ruko Depan Kantor DPRD

Ia meminta tak hanya tali atau rantai yang ditertibkan, termasuklah pagar yang dibangun oleh pemilik ruko juga seharusnya ditertibkan

Herman Hofi Minta Pemkot Bongkar Juga Pagar Pada Ruko Depan Kantor DPRD
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Petugas Dishub membongkar pagar pembatas yang dipasang oleh pemilik Ruko untuk menghalangi masyarakat melewati maupun parkir didepan rukonya padahal fasilitas umum, Kamis (20/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANA.CO.ID, PONTIANAK - Dilakukannya tindakan tegas terhadap pemilik ruko yang memasang rantai atau pembatas lainnya untuk menghalangi masyarakat banyak melewati dan parkir didepan ruko oleh Dinas Perhubungan Kota Pontianak didukung oleh Anggota DPRD setempat, Herman Hofi Munawar.

Herman memberikan apresiasi yang tinggi atas ketegasan Pemkot Pontianak dalam menertibkan masalah ini. Terlebih fasilitas umum adalah milik semua masyarakat bukan hanya pemilik ruko sekitarnya.

Baca: Dishub Razia Pemilik Ruko yang Memasang Rantai atau Plang Dihalaman Yang Masuk Fasum

Baca: OJK Sampaikan Dua Cara Kenali Investasi Bodong

"Jadi sebenarnya ruko-ruko itu tidak boleh di pagar, tidak boleh di tutup halamanya harus terbuka seperti itu. Jadi saya mengapersiasi kepada Pemerintah Kota yang mencoba mentertibkan itu semua," ucap Herman Hofi Munawar saat diwawancarai, Kamis (20/9/2018).

Ia meminta tak hanya tali atau rantai yang ditertibkan, termasuklah pagar yang dibangun oleh pemilik ruko juga seharusnya ditertibkan agar tidak manggangu lalulintas.

Ditegaskannya konsekuensi yang namanya ruko di pingir jalan, maka tidak di benarkan untuk dipagar dan harus di buka.

"Saya berharap kepada pemerintah kota untuk bersikap tegas ruko-ruko siapa pun dimanapun termasuk ruko yang di depan DPRD itu harus dibongkar pagarnya,"tegas Herman Hofi.

"Semua harus terbuka agar tidak mengganggu lalulintas secara umum dan bisa digunakan juga atau paling tidak, tidak terlalu mepet dengan jalan raya," ujarnya. .

Ruko pada dasarnya menurut Herhof bukanlah tempat tinggal seperti ini rumah tinggal lainnya, maka perlakuannya juga harus berbeda.

Ia meminta semua ruko-ruko harus punya aspek semangat jiwa sosial. Artinya bisa membantu penguna jalan umum memanfaatkan sebagian dari lahannya untuk dilewati.

"Kalau sudah di pagar dan sebagainya fungsinya sudah berubah. Lagi pula IMB mereka itu jelas yang membentuk pagar dan sebagainya tidak ada dalam IMB nya. Itu saja sudah menyalahi," tegasnya.

Jadi pemasangan pagar dalam bentuk apapun apakah itu sifatnya sementara atau sewaktu-waktu bisa di buka-buka tidak di benarkan. Semua ruko harus terbuka dan semua orang bisa mengaksesnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved