Pemprov Kalbar Siap Atasi Ancaman Karhutla

Ia menimpali titik-titik api atau hot spot mendapat atensi serius dari dirinya sejak menjabat sebagai Pj Gubernur Kalbar.

Pemprov Kalbar Siap Atasi Ancaman Karhutla
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Dodi Riyadmadji menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat melalui pemangku kepentingan yang ada siap atasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

Ia tidak menampik Kalimantan menjadi satu diantara daerah rawan karhutla selain Sumatera, lantaran kesamaan yang dimiliki seperti lahan gambut dan hutan yang masih lebat. Kalbar masuk dalam 8 provinsi di Indonesia yang ditetapkan dan masuk kategori siaga karhutla.

Baca: Antisipasi Karhutla, BPBD Kalbar Siagakan Enam Helikopter  

Baca: Tanggani Masalah DBD, Ini Imbauan Dinkes Kapuas Hulu

“Pemprov Kalbar bersama unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan stakeholder lainnya terus berkoordinasi terkait upaya atasi karhutla,” ungkapnya.

Ia menimpali titik-titik api atau hot spot mendapat atensi serius dari dirinya sejak menjabat sebagai Pj Gubernur Kalbar.

Berdasarkan pengamatan belum terlihat pantauan hotspot. Kendati demikian, ia mengimbau pemerintah kabupaten/kota harus selalu waspada dan melakukan pemantauan di daerah masing-masing.

“Saya memberi apresiasi tingkat kesadaran masyarakat sudah tinggu untuk tidak membakar hutan dan lahan saat berladang. Saat ini sudah mulai menurun,” terangnya.

Dodi mengimbau semua instansi dan stakeholders terkait penanganan karhutla tidak kecolongan menjelang puncak musim kering panjang yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung mulai Juli 2018.

Luasan gambut yang luas di Kalbar tentu memerlukan penanganan ekstra ketika terjadi karhutla. Jika terbakar, secara kasat mata api bisa dipadamkan namun belum sempurna lantaran api merambat di bawah tanah pada lahan-lahan gambut.

“Di bawah tanaman itu gambut, kalau yang atas kebakar pasti yang bawahnya juga ikut kebakar dan ini berbahaya. Saya senang kesadaran kawan-kawan di daerah sudah mulai mengurangi aktivitas membuka lahan dengan membakar,” tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved