Antisipasi Karhutla, BPBD Kalbar Siagakan Enam Helikopter  

Tiga helikopter disiagakan di Bandara Supadio Pontianak untuk menjaga wilayah Kubu Raya, Mempawah, Landak, Bengkayang dan Sanggau

Antisipasi Karhutla, BPBD Kalbar Siagakan Enam Helikopter  
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar TTA Nyarong. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat TTA Nyarong mensiagakan enam helikopter guna mempermudah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

 “Helikopter-helikopter yang didatangkan untuk patroli di wilayah-wilayah hutan dan gambut Kalbar. Memantau titik-titik api/hotspot,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Kamis (12/7/2018).

Baca: Pesona Ranty Maria, Cantik nya Bikin Greget

Baca: Prof John Hendri : Sosialisasi Sister Untuk Kemudahan Informasi Bagi Para Dosen

Baca: Yuk Ramaikan Jalan Santai Yang Digelar Polres Mempawah dan BNN

Selain patroli, enam helikopter itu difungsikan untuk menangani karhutla melalui pemadaman metode waterbombing. TTA Nyarong menimpali enam helikopter itu diplot ke beberapa kabupaten/kota.

“Mekanismenya, helikopter yang diplotkan di satu daerah akan beroperasi di daerah-daerah kabupaten/kota terdekat. Misalnya, satu helikopter disiagakan di Ketapang yang juga untuk menjangkau karhutla wilayah Kayong Utara. Satu heli di Sintang untuk menjaga Kapuas Hulu dan Melawi. Satu di Singkawang dan Sambas,” terangnya.

Tiga helikopter disiagakan di Bandara Supadio Pontianak untuk menjaga wilayah Kubu Raya, Mempawah, Landak, Bengkayang dan Sanggau. Enam helikopter yang datang terdiri dari lima heli waterbombing dan satu heli patroli.

“Saat ini ada empat heli yang sudah siaga. Dua heli lagi diperkirakan datang akhir bulan ini,” katanya.

Helikopter disiagakan agar penanganan karhutla dapat dilakukan dengan cepat. Terkait kapasitas helikopter, TTA Nyarong mengatakan sangat beragam.

“Untuk heli yang sudah siaga, paling rendah kapasitas waterbombing 500 Kilogram (Kg) dan tiga heli berkapasitas 3,5 ton. Sementara itu, dua heli yang datang akhir bulan Juli kapasitasnya sekitar 4 ton,” jelasnya.

TTA Nyarong menerangkan BPBD Kalbar telah tetapkan status siaga sejak awal tahun 2018. BPBD bersama pihak-pihak terkait lainnta terus berupaya saling bahu-membahu agar kasus karhutla tidak terjadi seperti tahun 2015 lalu melalui Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Udara.

“Patroli sudah gencar dilakukan secara terkoordinasi bekerjasama dengan TNI, Polri, instansi dan elemen masyarakat,” timpalnya.

Teknis pelaksanaan patroli di darat melibatkan unsur Bhabinkamtibmas kepolisian dan Kepala Desa. Sementara itu patroli udara melalui helikopter.

“Ketika ada temuan titik-titik api, kami langsung padamkan agar tidak meluas. Kami terus berupaya semaksimal mungkin,” tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help