Pilgub Kalbar
Poltracking Indonesia Prediksi Sutarmidji Memenangkan Pilgub Kalbar
Menurutnya, pasangan Nomor tiga, Midji-Norsan lebih menguasai materi dan solusi yang diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat nomor urut tiga, Sutarmidji dan Ria Norsan (Midji-Norsan) diprediksi akan memenangkan Pilkada Gubernur Kalimantan Barat 2018.
Hal tersebut ditunjukan oleh survei terbaru yang dikeluarkan oleh Poltracking Indonesia.
Menurut Lembaga Survei yang dikenal akurat, kredibel dan kompeten tersebut, menempatkan pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan sebagai kandidat terkuat yang akan memenangkan Pilkada Gubernur Kalbar 2018.
Baca: Bertemu Dengan Relawan, Sutarmidji: Kemenangan Sudah di Depan Mata
Baca: Berkumpul di Kediaman Sutarmidji, Ribuan Relawan Deklarasi Lawan Intimidasi
Peneliti Poltracking Indonesia, Hendra Yasin mengatakan elektabilitas pasangan Sutarmidji-Ria Norsan meraih 53,5 %.
Disusul pasangan Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot 32,3 % dan Milton Crosby-Boyman Harun 5,4 %.
Sementara, sebanyak 8,8 % responden tidak memberikan jawaban (undecided voters).
"Ada banyak variabel yang menyebabkan seorang kandidat beserta pasangannya dapat menggungguli pasangan yang lainnya," kata Hendra dalam keterangannya.
Menurutnya, elektabilitas pasangan calon dipengaruhi kerja-kerja terstruktur, masif, dan sistematis yang dilakukan secara konsisten oleh pasangan kandidat.
"Kemudian, mesin relawan, partai, dan penampilan dalam debat publik menjadi faktor menentukan.” terangnya.
Baca: Sutarmidji Imbau Relawan dan Simpatisannya Tak Terpancing Isu Sara
Baca: Sambas Sebagai Titik Kampanye Monologis, Ini Penjelasan Sutarmidji
Beberapa debat publik yang digelar oleh KPU, pasangan Midji-Norsan memang dinilai jauh mengungguli kandidat lainnya.
Seperti yang disampaikan pengamat ekonomi Universitas Tanjungpura, Ali Nasrun.
Menurutnya, pasangan Nomor tiga, Midji-Norsan lebih menguasai materi dan solusi yang diberikan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Seperti misalnya dalam hal mencegah stunting (Gizi Buruk).
Sutarmidji dan Ria Norsan dinilai memberikan solusi terbaik.
"Pasangan nomor satu, Milton-Boyman program juga baik, tapi kurang realistis seperti hanya wacana. Paslon dua, Karol-Gidot kurang tepat sasaran karena hanya bahas SDM, padahal ini harusnya bahas cara meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik. Kalau Pasangan nomor tiga, Midji-Norsan itu tepat sasaran, pemetaan masalahnya jelas dan terarah, sehingga penempatan programnya tepat," jelas Ali Nasrun, pengamat ekonomi Univesitas Tanjungpura.