Sikapi Dinamika Sosial di Tengah Masyarakat, MABM Kalbar Keluarkan Enam Poin Penting

Pernyataan tersebut dinilai sangat tendensius dan sangat terang benderang menciptakan situasi tidak kondusif

Sikapi Dinamika Sosial di Tengah Masyarakat, MABM Kalbar Keluarkan Enam Poin Penting
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Biro Hukum MABM Kalbar, Nazirin

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Majelis Adat Budaya Melayu (MABM)  Kalbar melakukan  jumpa pers dengan beberapa  media untuk menyikapi perkembangan  sosial yang  terjadi akhir-akhir  ini khususnya  di Kalbar yang akan menghadapi Pilkada. 

"Jumpa pers ini bertujuan menyikapi perkembangan sosial politik Kalbar yang mulai tidak sehat karena didorong oleh pernyataan Drs. Cornelis, M.H., yang viral di media sosial, maka MABM merasa perlu membuat pernyataan," ucap  Biro Hukum MABM Kalbar Nazirin di Rumah Adat Melayu, Kamis (14/6/2018).

Disebutkan Nazirin, adapun beberapa pernyataan sikap dari pihak MABM sebagai berikut.

(Baca: Pengawal Kim Jong Un di Singapura jadi Sorotan Dunia, Beri Pengawalan Super Ketat )

1. Sangat menyayangkan pernyataan Drs. Cornelis, M.H. yang menyatakan bahwa Islam dan Melayu adalah penjajah.  Pernyataan tersebut  dinilai sangat tendensius dan sangat terang benderang  menciptakan situasi tidak kondusif menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Kalbar. 

2. MABM mendukung langkah hukum yang dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat dengan melaporkan Drs. Cornelis, M.H. kepada kepolisian Kalimantan Barat.  Kami meminta pihak Kepolisian Kalbar menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif dan adil dengan prinsip semua orang memiliki kesamaan di depan hukum.

Proses hukum ini sangat penting sebagai pembelajaran hukum agar jangan ada di kemudian hari segelintir elit mudah saja membuat pernyataan-pernyataan yang merusak bangunan persatuan, keharmonisan, dan persaudaraan etnis dan agama di Kalbar yang sudah terjalin dengan baik.

3. MABM mengajak masyarakat agar mengabaikan ajakan tokoh etnis yang hendak menjadikan Pilgub sebagai ajang pemilihan Kepala Suku. Tolak calon pemimpin yg menistakan Bhinneka Tunggal Ika.

4. MABM meminta aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, bersikap antisipatif terhadap kemungkinan adanya intimidasi dan teror di tengah masyarakat.

(Baca: Tak Disangka, Inilah Prediksi Juara Piala Dunia 2018 Berdasarkan Trend Sejarah dan Statistik )

5. MABM meminta aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, menindak tegas pelaku intimidasi dan teror yang ingin merusak sendi-sendi demokrasi dan merusak NKRI.

6. MABM mengajak seluruh komponen bangsa di Kalbar utk mewujudkan Pilgub yang beradab dan bermartabat. 

Itulah enam butir pernyataan  yang dikeluarkan  oleh MABM Kalbar untuk  menyikapi  isu sosial yang tengah terjadi di masyarakat  Kalbar saat ini. 

MABM Kalbar mengajak semua eleman masyarakat  untuk  menjaga situasi dan kondisi jangan sampai  menjadi pemecah antar satu  dengan yang  lainnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help