Pilwako Pontianak

Diskusi Dengan Paslon Wali Kota, MABBT dan Kerabat Ajak Masyarakat Tak Golput

Diskusi yang digelar oleh pengurus MABBT dan Kerabat ini hanya dihadiri paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak Harry Adryanto-Yandi.

Diskusi Dengan Paslon Wali Kota, MABBT dan Kerabat Ajak Masyarakat Tak Golput
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Majelis Adat Budaya Batak Toba (MABBT) dan Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) mengajak masyarakat Batak agar dapat memaksimalkan masa pilkada dengan tidak golput dalam diskusi Pilkada yang berkualitas, Bermartabat dan Demokratis dengan mendundang tiga paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak di Wisma Nusantara Jalan Suprapto Kota Pontianak, Senin (11/06/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Majelis Adat Budaya Batak Toba (MABBT) dan Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) mengajak masyarakat Batak agar dapat memaksimalkan masa pilkada dengan tidak golput.

Hal ini disampaikannya saat menggelar diskusi Pilkada yang berkualitas, Bermartabat dan Demokratis dengan mendundang tiga paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak di Wisma Nusantara Jalan Suprapto Kota Pontianak, Senin (11/06/2018) sore.

Baca: Menteri Agama Akan Gelar Sidang Isbat Tentukan 1 Syawal 1439 Hijriah, Ada Rangkaian yang Dilalui

Baca: Momen Safari Ramadan Bersama Pj Gubernur, Pjs Wali Kota Pontianak Sampaikan Laporan Ini

Namun, dalam diskusi yang digelar oleh pengurus MABBT dan Kerabat ini hanya dihadiri paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak Harry Adryanto-Yandi.

Sedangkan dua paslon lainnya, menurut Ketua MABBT, Letkol (Purn) JM Pangaribuan kedua paslon lainnya awalnya telah mengonfimasi akan hadir, namun dapat dimakluminya karena kesibukan sang paslon.

Baca: Kamu Masih Punya THR? Lakukan Tips Ini Biar Enggak Cepat Abis

Baca: Foto-foto Warga Antusias Jogging di Track Untan Kota Pontianak Sore Hari

"Kita rindu kalau nanti pimpinan yang terpilih, akan mengenal kita, ada orang bijak mengatakan, tidak kenal maka tak sayang, kalau beliau terpilih sudah kenal dengan masyarakat Batak yang khususnya di Pontianak maka komunikasi sudah lancar," kata Letkol (Purn) JM Pangaribuan.

Ia mengatakan, tentunya masyarakat Batak juga akan ikut terlibat dalam pembangunan yang diselenggarakan Pemda.

"Ini hanya menjalin komunikasi agar beliau-beliau bekerja sudah enak, karena suku Batak sudah mendukung segala program yang dilakukan," bebernya.

Walau begitu, ditegaskannya bahwa MABBT tetaplah netral karena hak pilih merupakan hak dari seluruh masyarakat.

"Kami tidak bisa mengajak masyarakat untuk menunjukan siapa yang dipilih karena bebas. Di Kota Pontianak ada 13 ribu jumlah masyarakat Batak, Jangan sampai golput, suara rakyat suara tuhan, kemudian pilihlah dari yang diundang dalam hatinya paling pas, bebas memilih," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat), Rihard Natsir Silalahi menuturkan Panguyuban MABBT di tingkat Kota dan Kerabat di tingkat Prov adalah organisasi sosial masyarakat yang bersendikan adat dan seni  budaya dengan motto Melalui Seni Budaya Kita Rajut Persahabatan dan Persaudaraan.

Walaupun MABBT dan Kerabat sebagai organisasi Sosial Budaya akan tetapi setiap anggota dan pengurus secara pribadi masing-masing berhak dan bebas menggunakan hal politiknya  dipilih dan memilih sesuai UU yang ada.

"Untuk itu Paguyuban masyarakat Batak di Kalbar dan di  Kota Pontianak pada dasarnya berpartisipasi aktif mensukseskan Pilkada damai, berkualitas,
bermartabat dan demokratis dengan menghimbau warganya tidak Golput, dan menjadi pemilih cerdas berdasarkan program-program," ujarnya.

Masyarakat Batak, kata dia, berdoa dan mendambakan dari Pilkada damai yang berkualitas bermartabat dan demokratis ini melahirkan sosok-sosok pemimpin anak bangsa, pemersatu, pengayom, perekat keberagaman dan berkeadilan.

R.N Silalahi pun berharap agar siapapun paslon yang terpilih tetap pro rakyat atau orang banyak, pro pengentasan kemiskinan, pro kesempatan kerja, lro Ekonomi kerakyatan dan UMKM serta pro lingkungan hidup atau pembangunan berkelanjutan.  

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help