Kamu Masih Punya THR? Lakukan Tips Ini Biar Enggak Cepat Abis
Dengan mengurutkan pengeluaran rutin Lebaran, Anda akan mengetahui mana saja yang harus diprioritaskan dan berapa batas anggaran
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tunjangan Hari Raya adalah kewajiban setiap pekerja.
Namun, seringkali pengeluaran Lebaran malah “nombok” alias lebih dari jumlah THR yang diterima.
Bagaimana mengatur uang THR agar tidak nombok?
Baca: Satpol PP Polisikan PKL Yang Ngaku Dimintai THR
Baca: Siap Mudik, Ribuan Penumpang Kapal Padati Pelabuhan Dwikora Pontianak
Tentunya, Anda harus mengetahui pos-pos apa saja yang dibutuhkan untuk Lebaran.
Dengan mengurutkan pengeluaran rutin Lebaran, Anda akan mengetahui mana saja yang harus diprioritaskan dan berapa batas anggaran yang harus disiapkan untuk masing-masing pos.
Baca: Gabung ke Partai Berkarya, Ini Alasan Titiek Soeharto
Untuk memudahkan, ini dia tips dari Dida Nurhaida, Praktisi Keuangan, Investasi & Pasar Modal dari Fahima Advisory, untuk mengatur pos-pos dalam alokasi uang THR Anda:
1. Membayar Kewajiban
Membayar kewajiban dalam artian zakat fitrah, zakat maal, bonus para pekerja di rumah, dan memberi orangtua atau saudara.
2. Anggaran Mudik
Anggaran mudik adalah hal yang wajib masuk alokasi dana Lebaran.
Anggaran ini termasuk biaya transportasi dan akomodasi.
3. Amplop untuk Keluarga
Bagi yang mudik saat Lebaran, tidak perlu terlalu banyak membuat hidangan dan kue-kue di rumah.
Anggarannya ini dialokasikan membeli oleh-oleh dan menyiapkan amplop “salam tempel” untuk sanak saudara di kampung halaman.
Sedangkan bagi yang tidak mudik karena orangtua dan kerabat masih dalam satu kota, bujet mudik bisa digunakan membeli hadiah, hantaran dan menyiapkan amplop “salam tempel” saat bersilaturahim dan berkumpul bersama.