Pilkada Serentak

KPU Tak Bisa Tolerir Masyarakat Sengaja Golput

Dia menerangkan, KPU setidaknya harus memenuhi target partisipasi pemilih dalam Pilkada maupun Pemilu minimal 75 persen.

KPU Tak Bisa Tolerir Masyarakat Sengaja Golput
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Divisi Perencanaan dan Data Pemilih KPU Kayong Utara, Effian Noer 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Komisioner KPU Kayong Utara, Effian Noer mengatakan, tingginya angka Golput dapat berdampak buruk terhadap persentase partisipasi pemilih dalam penyelenggaraan Pilkada maupun Pemilu.

Dia menerangkan, KPU setidaknya harus memenuhi target partisipasi pemilih dalam Pilkada maupun Pemilu minimal 75 persen.

Kendati KPU juga memaklumi manakala ada warga yang terpaksa memilih Golput karena faktor pekerjaan, alam, atau memang ada hal lain yang jauh lebih penting dan mendesak.

Baca: Usai Lebaran, Bawaslu Kalbar Agendakan Rapat Teknis Terkait Seleksi Anggota Bawaslu

"Misalnya ada warga yang bekerja sebagai nelayan, ternyata pada saat hari pencoblosan itu dia kebetulan sedang di laut, yang seperti ini masih kita maklumi," katanya kepada Tribun via telepon, Minggu (10/6/2018).

Namun, dia tak dapat mentolerir warga yang memilih Golput dengan alasan tidak percaya terhadap KPU sebagai pihak penyelanggara atau para kandidat yang sedang berkontestasi.

Menurut dia, seluruh kandidat yang tampil dalam Pilkada maupun Pemilu adalah orang-orang terbaik.

Pasalnya, para kandidat sudah berhasil memenuhi syarat tertentu sehingga layak disebut sebagai calon kepala daerah maupun negara.

"Di KPU kan mereka (kandidat) sudah mendaftar juga secara administratif dan sesuai ketentuan-ketentuan yang ditetapkan," jelasnya.

Oleh sebab itu, dia berharap seluruh warga Kabupaten Kayong Utara dapat memanfaatkan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 27 Juni 2018 maupun Pemilu 2019.

"Karena bagaimanapun, tingginya angka Golput juga dapat berimbas terhadap Demokrasi yang sudah terbangun bertahun-tahun di Indonesia," pungkasnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help