Menaker: Karyawan Silakan Mengadu Jika THR Telat Dibayar

Hanif juga memastikan nantinya akan ada sanksi berupa denda bagi perusahaan yang terbukti terlambat atau tidak membayarkan THR.

Menaker: Karyawan Silakan Mengadu Jika THR Telat Dibayar
TRIBUNNEWS
Menaker Muhammad Hanif Dhakiri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta karyawan menyampaikan aduan apabila tunjangan hari raya ( THR) tidak atau telat dibayarkan oleh perusahaan.

Menurut dia, pengaduan bisa disampaikan ke posko yang ada di setiap dinas tenaga kerja.

"Kami ada posko (pengaduan) baik di pusat dan daerah, dari dinas tenaga kerjanya, seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi kalau ada aduan-aduan mengenai pembayaran THR, terlambat, tidak dibayar, bisa diproses melalui posko itu," kata Hanif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Hanif juga memastikan nantinya akan ada sanksi berupa denda bagi perusahaan yang terbukti terlambat atau tidak membayarkan THR.

Baca: Ini Identitas Empat Terduga Teroris Penyerang Mapolda Riau

Baca: Pengakuan Mantan ISIS, Wanita Hanya Dianggap Sebagai Pabrik Anak

Denda yang dikenakan sebesar 5 persen dari THR yang harus dibayarkan. "Selain kena denda, dia juga tetap harus bayar THR. Judulnya tetap harus bayar," kata dia.

Bahkan, lanjut Hanif, sanksi selain denda juga bisa dikenakan. Sanksi akan disesuaikan dengan kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan. "Tapi yang paling sering, yang pasti kena, denda dulu. Yang lain akan disesuaikan dengan bobotnya," kata dia.  (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menaker Minta Karyawan Sampaikan Aduan Jika THR Tak Dibayar ",

Editor: Didit Widodo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help