Waspadai Penyebaran Campak dan Rubela

Kadiskes juga mengungkapkan, cakupan imunisasi campak 5 tahun terakhir di Kabupaten Sambas bersifat fluktuatif.

Waspadai Penyebaran Campak dan Rubela
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Kadis Kesehatan Sambas dr Fatah Maryunani bersama Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili saat sosialisasi Kampanye Measles Rubella di Aula Bakeuda Kab Sambas, Rabu (2/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indonesia telah berkomitmen mencapai eliminasi campak dan pengendalian Rubela atau CRS (Congenital Rubella Syndrome) pada tahun 2020.

Pada sosialisasi Kampanye Measles Rubella di Aula Bakeuda Kab Sambas, Rabu (2/5/2018).

Kadis Kesehatan Sambas dr Fatah Maryunani menjelaskan, untuk mewujudkan komitmen itu, diperlukan upaya melakukan introduksi imunisasi measles rubella ke dalam imunisasi rutin.

Baca: Aji Pontianak dan Lembaga Pers Mahasiswa Gelar Aksi Damai di Bundaran Digulis

"Imunisasi MR atau Measles Rubella, diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. Pemberiannya dengan cakupan minimal 95 persen dan merata, diharapkan akan membentuk imunitas kelompok atau Herd Immunity," jelasnya.

Baca: Usai Tinjau Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas, Ini Penjelasan Kabag Umum Setda

Tujuan dari pemberian imunisasi itu, menurut dr Fatah, dalam rangka mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih dewasa, dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

Dengan pemberian imunisasi campak dan rubella, diyakini secara dunia medis, dapat melindungi anak dari kecacatan dan kematian akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan dan penyakit jantung bawaan.

Kampanye imunisasi MR dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia, pelayanan imunisasi dilakukan di pos-pos pelayanan imunisasi yang telah ditentukan seperti sekolah-sekolah, posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya," ungkap Fatah.

Kadiskes juga mengungkapkan, cakupan imunisasi campak 5 tahun terakhir di Kabupaten Sambas bersifat fluktuatif.

"Berkisar dari 89 hingga 96 persen. Pada tahun 2017 cakupan imunisasi campak di Kabupaten Sambas mencapai 89,6 persen. Itu masih dibawah cakupan imunisasi campak yang ditargetkan pemerintah sebesar 93 persen," paparnya.

Tujuan dari kegiatan imunisasi MR, menurutnya secara umum untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian Rubella CRS tahun 2020.

Lanjut dr Fatah, tujuan khususnya, kegiatan imunisasi MR sebagai upaya peningkatan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat.

"Pemerintah juga berupaya memutus transmisi virus Campak dan Rubella, menurunkan angka kesakitan Campak dan Rubella serta menurunkan angkan kejadian Congenital Rubella Syndrome (CRS),"sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help