Lewat Lokakarya, Bahas Nasib Orangutan yang Tidak Bisa Dilepasliarkan

Faktor penyebabnya juga cukup banyak, baik itu karena cacat, tua, dan sakit. Sehingga dilepaskan ke habitat aslinya bisa menggangu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Tiga individu orangutan yang akan dilepasliarkan di lokasi Sub Das Mendalam Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) saat dilihat langsung oleh Bupati Sintang Jarot Winarno. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Karihun dan Danau Sentarum, Arief Mahmud mengatakan bahwa di Kalimantan Barat ini merupakan kawasan hutan yang merupakan habitat asli orangutan.

"Kalbar merupakan daerah kawasan habitat yang sangat komplit, Kalbar juga disebut heaven of orangutan. Ada beberapa tempat menjadi habitat orangutan, hal ini kami tentunya mendukung upaya pelestarian orangutan," katanya.

Baca: Bupati Jarot: Korelasi Orangutan dan Kelestarian Hutan Sangat Kuat

Selain itu, pada kegiatan Lokakarya bertemakan “The Future of Unreleasable Orangutans” ingin membicarakan terkait nasib orangutan yang unreleaseable atau yang tidak dapat dilepasliarkan begitu saja.

Baca: Kondisi Hutan Kian Menurun, Dirjen KSDAE Ajak Lestarikan Habitat Orangutan 

"Tenrnyata orangutan yang tidak bisa dilepasliarkan cukup banyak di beberapa pusat-pusat rehabilitasi. Paling tidak 10 persen dari pusat rehabilitasi ini terdapat orangutan yang tidak dapat dilepasliarkan," katanya.

Faktor penyebabnya juga cukup banyak, baik itu karena cacat, tua, dan sakit. Sehingga dilepaskan ke habitat aslinya bisa menggangu dan beresiko kematian.

Tentunya saya berharap nantinya akan ada solusi lewat lokakarya ini.

Sementara itu, Ketua Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang, Hasudungan Pakpahan menjelaskan kegiatan tentang penyelamatan orangutan di Kabupaten Sintang sudah diakukan sejak tahun 2010.

"Kemudian menjadi Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang pada tahun 2015, secara bertahap kami memperbaiki kualitas SDM dan sarana pendukung untuk berkaitan penyelamatan orangutan," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved