Editorial

Nyanyian Novanto Sengat Elite PDIP

keterangan Setnov yang hanya menyebut nama baru belum bisa menjadikannya sebagai justice collaborator.

Nyanyian Novanto Sengat Elite PDIP
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, menyatakan bahwa dua politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yakni Puan Maharani dan Pramono Anung, juga kecipratan fee proyek e-KTP. Masing-masing dari keduanya menerima 500 ribu dolar AS. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Persidangan kasus korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto kini memasuki babak baru.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu kembali menghebohkan pusaran megakorupsi proyek e-KTP.  

Kali ini Novanto memulai 'nyanyiannya' dengan menyebut 10 nama baru yang tidak masuk dalam dakwaan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai penerima aliran duit e-KTP.

Baca: Mengharukan! Ini 3 Rencana Ahok untuk Memulai Hidup Baru Jika Keluar dari Penjara

Dia menyebut dua elit PDIP, yaitu Pramono Anung, Puan Maharani menerima aliran dana e-KTP.

Masing-masing menerima US$500 ribu atau setara Rp5 miliar dengan asumsi kurs rupiah sekitar 10.000 per dolar AS, sesuai periode aliran dana.

Disebutkan oleh Setnov dalam sidang di Pengadikan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3), ketika itu Puan menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Pramono Anung merupakan Wakil Ketua DPR RI dari fraksi PDI-P.

Dari seluruh keterangan Novanto itu, total ada 10 nama yang merupakan anggota DPR periode 2009-2014 disebut ikut menerima.

Mereka adalah Puan Maharani, Pramono Anung, Ganjar Pranowo, Olly Dondokambe, Arif Wibowo, Tamsil Linrung, Mirwan Amir, Jafar Hafsah, Melchias Markus Mekeng dan Chairuman Harahap.

Baca: Video Mesum di Sambas Terungkap! Pengakuan Pemeran Wanita Bikin Geleng Kepala

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Ahmad Suroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved