Keren! Jaga Ketertiban Umum, Satpol PP Kota Pontianak Lakukan Operasi Subuh

Pemerintah Kota Pontianak melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memiliki Program Cegah Kumuh melalui Penertiban Subuh (Chips)

Keren! Jaga Ketertiban Umum, Satpol PP Kota Pontianak Lakukan Operasi Subuh
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kasatpol PP Pontianak, Syf Adriana 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memiliki Program Cegah Kumuh melalui Penertiban Subuh (Chips), gunanya untuk menjaga ketertiban umum, sehingga tak timbul kekumuhan.

Kasatpol PP Pontianak, Syarifah Adriana menuturkan kalau Chips sebenarnya operasi membersihkan lapak-lapak para pedagang yang tertinggal.

"Lapak yang tertinggal yaitu gerobak-gerobak yang ada di bahu jalan, kita akan amankan saat subuh hari saat operasi Chips yang biasa dilakukan Pukul 05.00 Wib kebawah," ujarnya, Rabu (14/3/2018).

Operasi Chips sudah berlangsung setahun berlalu jadi memang sudah dikenal masyarakat, sehingga masyarakat itu juga sekarang berhati-hati setelah berjualan di malam hari gerobaknya di bawa pulang.

Saat ini ditegaskannya operasi Chips sekarang bukan hanya gerobak pedagang yang menjadi sasaran, tapi juga baliho yang perlu ditertibkan.

Baca: Rekaman CCTV Tunjukkan Sosok Diduga Pelaku Kotori Masjid Baiturrahman Pontianak, Ini Ciri-cirinya!

"Sekarang ini yang jelas semua kita tertibkan termasuk baliho yang rusak dan yang kedua yang melanggar aturan, ketiga memang baliho yang kita tertibkan bersama dengan Panwaslu," ujarnya.

Lebih lanjut Adriana menjelaskan setelah lapak atau gerobak itu diambil, maka pemilik yang bersangkutan boleh mengambilnya setelah ikut sidang.

"Sekarang ini kalau untuk di jalan kalaupun ada sedikit sekali, terus kemarin juga sempat menertibakan Pasar Tengah, di Asahan, lapak yang dimana dia menambah bangku-bangku menambah terpal yang tidak ditertibkan itu kami tertibkan," tambahnya.

Ia contohkan saat ini gerobak boleh dikatakan sekarang hampir sudah tidak ada, beberapa hari lalu pihaknya mengamankan lapak di daerah Pasar Sentral, yang pemiliknya lupa atau sengaja membiarkan.

"Kalau kehilangan gerobak sudah tahu lah dia, suruh sidang dulu baru ambil. Kadang-kadang kalau dipandang barang itu tidak seberapa tidak mahal ya dibiarkannya saja," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved