Pilgub Kalbar

Tepis Isu Dinasti Politik, Karolin : Ini Tidak Instan dan Saya Sudah Berproses

Karolin juga mengakui, isu politik Dinasti kembali dimainkan oleh beberapa pihak untuk menjegalnya memenangkan Pilkada Kalbar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa saat menghadiri undangan masyarakat Siantan Permai di Pontianak, Minggu (04/03/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa mengakui dirinya saat ini kembali diterpa isu dinasti politik untuk maju pada Pilkada Kalbar, sehingga dirinya mencoba untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait isu yang sedang beredar tersebut.

"Saya bersama pak Gidot kembali diperintahkan oleh PDI Perjuangan dan Demokrat untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan oleh pak Cornelis dan Christiandy Sanjaya yang telah memimpin Kalbar selama dua periode," kata Karolin, berdasarkan rilis yang diterima secara tertulis saat menghadiri undangan masyarakat Siantan Permai di Pontianak, Minggu (04/03/2018).

Baca: Di Mempawah, Karolin Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing

Bahkan, katanya, dia dan Suryatman Gidot juga telah didukung oleh PKPI dan Perindo, untuk berjuang bersama pada Pilgub Kalbar ini.

"Dengan dukungan empat partai dan seluruh masyarakat Kalbar, saya yakin, kita bisa memenangkan Pilkada kali ini dan bersama-sama melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan dengan baik ini," tuturnya.

Baca: Man City Unggul 18 Poin, Selisih Poin Terbesar di Liga Inggris Sejak 2006

Karolin juga mengakui, isu politik Dinasti kembali dimainkan oleh beberapa pihak untuk menjegalnya memenangkan Pilkada Kalbar.

"Mungkin bapak dan ibu semua sudah mendengar, isu politik dinasti yang saat ini sedang berkembang ditengah kita. Ada yang mengatakan, sudah bapaknya jadi Gubernur dua kali, anaknya lalu mau maju lagi jadi Gubernur sehingga ada yang menyatakan, kami ini ingin membangun dinasti politik," katanya.

Perlu diketahui, kata Karolin, dirinya menjadi calon gubernur bukan serta merta keinginan Cornelis atau partai pengusung.

Dia sendiri sudah melalui beberapa proses pendidikan politik, dimana sejak delapan tahun lalu, sudah dipercayakan masyarakat Kalbar untuk menjadi anggota DPR selama dua periode.

Bahkan, berhasil menjadi anggota DPR dengan perolehan suara terbanyak se-Indonesia.

Kemudian, lanjutnya, saat kembali ditugaskan oleh PDI Perjuangan untuk mengikuti Pilkada Landak, dirinya juga berhasil memenangkan pilkada tersebut dengan perolehan suara hingga 98 persen.

Menurutnya, prestasi tersebut tentu menjadi pertimbangan besar partai yang telah membesarkan namanya untuk kembali menugaskannya bertarung pada Pilkada Kalbar tahun ini.

Karena berdasarkan hasil survey, dirinya juga berpeluang besar untuk memenangkan Pilkada Kalbar tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved