TribunPontianak/

Melalui Timpora, Imigrasi Sambas Tetap Awasi WNA di Kabupaten Sambas

Uray Avian menerangkan, wilayah Kabupaten Sambas tidak seperti di daerah lain yang menjadi konsentrasi bekerja TKA

Melalui Timpora, Imigrasi Sambas Tetap Awasi WNA di Kabupaten Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sambas, Uray Avian 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sambas, Uray Avian mengungkapkan bahwa pihaknya tetap memantau keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Kabupaten Sambas.

Menurut Uray Avian, melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), koordinasi antar lintas intansi akan saling bertukar informasi.

Baca: Penasehat Hukum Jamiri Ajukan Banding di Pengadilan Negeri Sambas, Ini Alasannya

"Kami kan ada Timpora di Sambas, unsurnya itu kan ada dari Forkopimda dan dari Imigrasi sendiri. Kami saling berkoordinasi dan bertukar informasi," ungkapnya, Selasa (6/2/2018).

Namun begitu, Uray Avian menegaskan, masuknya WNA di Kabupaten Sambas, hingga saat ini terpantau hanya untuk tujuan wisata dan kunjungan ke kerabatnya di Sambas, pihaknya belum menemukan adanya indikasi WNA yang datang ke Kabupaten Sambas untuk tujuan bekerja.

Baca: Memperkenalkan Kearifan Budaya Lokal dalam Event Festival Film Kalimantan Barat

"Tapi Kabupaten Sambas sementara ini kan memang bukan tempat konsentrasi Warga Negara Asing. Bukan, jadi kalau saya lihat yang datang ini pun paling cuma hanya wisata, hanya kunjungan keluarga karena faktornya di perbatasan, mungkin banyak kerabat atau keluarga di sini," jelasnya.

Kendati demikian, Uray Avian menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan pengawasan.

Yang satu di antaranya telah berkoordinasi dengan pengelola hotel dan penginapan di Kabupaten Sambas, untuk menyampaikan informasi jika ada WNA yang menginap.

"Tapi tetap kami awasi, bahkan ke hotel-hotel kan sudah kami koordinasikan juga, bahwa mereka wajib melaporkan ke kami, misalnya mereka menerima tamu warga negara asing yang menginap di hotel, pada kesempatan pertama pihak hotel pasti melaporkan ke kami juga, aplikasinya pun sudah ada," tegasnya.

Uray Avian menerangkan, wilayah Kabupaten Sambas tidak seperti di daerah lain yang menjadi konsentrasi bekerja Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Tidak, seperti yang saya sampaikan tadi, memang meningkat tapi dalam hal konsentrasi orang asing hanya sebatas wisata saja dan kunjungan keluarga, bukan bekerja. Karena di kita tidak ada perusahaan, seperti di Ketapang kan ada perusahaan tambang, PLTU di Singkawang dan lainnya sehingga di sana memang banyak TKA, dan memang banyak orang asing yang berinvestasi ke sana," terangnya.

Ditambahkan Uray Avian, pihaknya siap mendukung apa pun program pemerintah, dalam mendorong pembangunan di Kabupaten Sambas, termasuk tidak mempersulit perizinan masuknya WNA untuk berinvestasi ke Kabupaten Sambas.

"Tapi saya mengharapkan, kalau bisa nanti kita juga membuka di Sambas ini, karena kita memang butuh juga dalam rangka untuk pembangunan, nanti kan akan membuka lapangan kerja untuk saudara-saudara kita yang di Sambas, minimal mengurangilah, untuk apa jauh-jauh pergi ke negara orang kalau memang di sini ada lapangan pekerjaan, kan lebih baik. Yang jelas kami dari Imigrasi siap mendukung, baik dalam hal perizinannya segala macam mau pun perlintasannya," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help