ISKA Kalbar Bersama STKIP Pamane Talino Gelar Diskusi, Ini Kata Adrianus

Ketua Iska Kalbar, Dr Drs Adrianus Asia Sidot Msi, menuturkan, fokus dari diskusi tersebut adalah karena Landak mempunyai budaya lokal.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Madrosid
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Dr Drs Adrianus Asia Sidot saat menjadi narasumber saat acara diskusi yang digelar DPD Iska Kalbar bersama STKIP Pamane Talino di Aula Gereja Salib Suci Ngabang pada 2-4 Februari 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kalbar bersama Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pamane Talino Ngabang, melaksanakan Internasional Roundtable Discussion yang berlangsung di Aula Paroki Salib Suci Ngabang.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 2-4 February tersebut, mengangkat tema Promotion and Empowering Local Resources.

Oleh Komisi Kerawam dan Hak Keuskupan Agung Pontianak, DPD Iska Kalbar and STKIP Pamane Talino. 

Baca: Jadi Mantu Soeharto, Kediaman Artis Mayangsari Begitu Mewah, Harga Rumahnya Super Fantastis

Ketua Iska Kalbar, Dr Drs Adrianus Asia Sidot Msi, menuturkan, fokus dari diskusi tersebut adalah karena Landak mempunyai budaya lokal, baik Sumber Daya Alam (SDM) mau pun Sumber Daya Alam (SDM).

"Jadi bagaimana kita memperkuat, bagaimaan kita mengembangkan, memberdayakan SDM-SDM ini menjadi sebuah power. Menjadi potensi rill dan menjadi kekuatan. Seperti SDM yang perlu diberdayakan melalui pendidikan, melalui training, dan latihan," ujarnya.

Lanjutnya lagi, supaya mereka bisa bersaing dituntutan jaman globalisasi saat ini. "Kalau mereka tidak punya skil dan tidak punya keahlian tentu susah bersaing dan mencari kerja. Jangankan ke luar negeri, ke dalam negeri dan didalam daerah saja susah bersaing," katanya. 

Baca: Ketua STKIP Pamane Talino Sambut Baik Kerjasama Dengan Iska Kalbar

Mantan Bupati Landak dua periode ini juga mencontohkan, seperti sekarang ini mana ada orang Dayak yang menjadi manager di perusahaan sawit.

"Mengapa, karena tidak mampu bersaing. Dalam rangka inilah kami ingin menghimpun pendapat, saran-saran, pemikiran-pemikiran untuk mencari peta jalan pembangunan SDM," tambahnya. 

Disampaikannya Adrianus, sasaran diskusi tersebut adalah anak-anak muda.

"Karena nanti mereka akan menghadapi kompetensi. Jadi nanti acaranya seperti ini gantian, kalau sekarang di Ngabang, nanti bisa saja di Sarawak atau di Filipina," bebernya. 

Selain itu, diharapkan juga nanti ada steakholder yang lain yang peduli atau bisa melanjutkan diskusi tersebut.

"Sehingga ada peta jalan, bagaiamna kita membangun sumber daya kita," tambahnya. 

Baca: Mertua Korban Aniaya Harap Pelaku di Hukum Berat

Diakuinya, kalau sekarang bekerjasama denga STKIP, setelah ini nanti bekerjasama dengan Keuskupan Pontianak menjadi pendidikan guru yang punya daya saing yang tinggi. 

"Ke depan bagaiamana menjdi lembaga pendidikan untuk guru yang kompetensinya tidak diragukan lagi. Karena tenaga-tenaga dosennya lulusan luar negeri," tutupnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved