Ketua STKIP Pamane Talino Sambut Baik Kerjasama Dengan Iska Kalbar

ketua STKIP Pamane Talino, Heri Husodo menerangkan, bersyukur STKIP diajak bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Katolik (Iska) Kalbar.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Madrosid
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Dr Drs Adrianus Asia Sidot saat menjadi narasumber saat acara diskusi yang digelar DPD Iska Kalbar bersama STKIP Pamane Talino di Aula Gereja Salib Suci Ngabang pada 2-4 Februari 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - ketua STKIP Pamane Talino, Heri Husodo menerangkan, bersyukur STKIP diajak bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Katolik (Iska) Kalbar.

Salah satunya adalah dengan menggelar diskusi.

Dimana ada empat sub tema, yakni pendidikan, politikal, budaya, dan earifan lokal.

Diakuinya, pendidikan di sini cocok dengan pihaknya, karena ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa hasil diskusi itu nanti mau dibukakan mainset atau pola pikir.

Baca: Jadi Mantu Soeharto, Kediaman Artis Mayangsari Begitu Mewah, Harga Rumahnya Super Fantastis

"Bahwa betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak bangsa, khususnya anak-anak Kabupaten Landak dan sekitarnya. Supaya mampu menghadapi dunia persaingan yang sangat ketat diera informatika saat ini," ujarnya. 

Kemudian dibidang politikal, kampus juga memang harus memberikan pembelajaran agar menjadi warga Negara yang baik.

Yaitu mulai dikenalkan, bahwa memiliki hak dipilih dan memilih.

"Sehingga nanti mereka tidak apatis, mereka tidak pasif. Tetapi mereka ambil bagian sebagai warga Negara yang memiliki hak untuk dipilih dan memilih," katanya. 

Sedangkan untuk dibudaya, pihaknya bersyukur dan meyakini.

Budaya-budaya di daerah inikan banyak, dan sebenarnya budaya di daerah ini adalah akar lahirnya budaya Nasional yang menjadi kebanggaan. 

Baca: Mertua Korban Aniaya Harap Pelaku di Hukum Berat

"Oleh karena itu, kita melalui perguruan tinggi dan Iska ini. Wajib memelihara dan mengembangkan budaya-budaya lokal, sebagai akar lahirnya budaya Nasional," ungkapnya. 

Oleh sebab itu tidak bisa kita diingkari, lahirnya budaya Nasional itu karena adanya budaya lokal. Kemudian diera kompetitif ini, harapannya Pemerintah Daerah dan masyarakat bekerjasama, termasuk perguruan tinggi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved