Kapolri Ancam Copot Kasat hingga Kapolda Jika Tak Bisa Atasi Masalah Ini

Kalau sampai pecah, meledak maka dari Mabes Polri akan menurunkan dua tim, yakni Tim Itwasum dan Tim Propam

Editor: Jamadin
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Kapolri Tito Karnavian memberikan keterangan pers 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,  JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan pentingnya melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) kepada jajarannya. 

Hal itu disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2018, di Auditorium Mutiara PTIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2018).

Tito Karnavian secara tegas mengatakan akan mencopot anak buahnya mulai dari Kasat hingga Kapolda, apabila tak bisa mencegah terjadinya konflik sosial.

"Polri harus bisa membuktikan mampu menjaga Kamtibmas. Penekanan saya cuma satu yang paling utama yaitu konflik sosial," ujar Tito.

(Baca: Gidot Optimistis Menang di Pilgub 2018, Ini Strateginya )

Ini tak lepas dari dampak konflik sosial yang sangat besar bagi Tito.

Ia pun menyampaikan jika konflik sosial berbeda dengan kejahatan konvensional yang tak mempengaruhi aktivitas pemerintah dan masyarakat walaupun terjadi berkali-kali dalam sehari.

Baginya, kasus konflik sosial di Ambon dan Poso sudah cukup menjadi pelajaran.

"Konflik sosial yang berbau SARA harus dicegah," imbuh Tito.

Kasus di Poso, meski 19 tahun berlalu namun belum juga usai, sehingga Satgas Operasi Tinombala yang ditugaskan khusus menjaga Kamtibmas di Poso pun belum dibubarkan.

Lebih lanjut, Tito meminta jajarannya untuk melakukan pemetaan potensi konflik di wilayahnya masing-masing, dan menjaga jangan sampai konflik itu pecah.

Apalagi saat ini sebanyak 171 wilayah melaksanakan Pilkada Serentak 2018.

"Kalau sampai pecah, meledak maka dari Mabes Polri akan menurunkan dua tim, yakni Tim Itwasum dan Tim Propam," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved