Sutarmidji Beri Waktu 3 Hari Pada Ahli Waris Bongkar Pagar Lahan Pembangunan Jembatan Landak II

Midji memberi tenggat waktu 3 hari kepada pihak yang memagar dan mengklaim lahan di bawah Jembatan Landak untuk segera membongkar sendiri pagarnya.

Sutarmidji Beri Waktu 3 Hari Pada Ahli Waris Bongkar Pagar Lahan Pembangunan Jembatan Landak II
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Tampak pagar seng keliling dilahan pembangunan Jembatan Landak II di Bagian Pontianak Utara, Rabu (6/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini pengerjaan proyek Jembatan Landak II tengah dikerjakan dan ada masyarakat yang mengklaim sebagai pihak ahli waris mengkau lahan di Pontianak Utara adalah milik mereka dan melakukan pemagaran dengan seng dan menanam beberapa pohon kelapa.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berang terhadap hal itu, karena saat ini proses itu masih berperkara di pengadilan. Namun ahli waris melakukan pemagaran.

(Baca: Berkelahi Melawan Korupsi, BW: Buku Ini Tanggungjawab Publik Saya )

Midji dengan tegas memberi tenggat waktu tiga hari kepada pihak yang memagar dan mengklaim lahan di bawah Jembatan Landak untuk segera membongkar sendiri pagarnya.

Midji mengaku dirinya tak ingin ada hambatan apapun terkait pembangunan Jembatan Landak yang sekarang ini pada tahap persiapan pengerjaan dan akan segera dimulai.

(Baca: Waspada, BPOM Sebut Saat Ini Banyak Peminat Krim Pemutih Ilegal, Ini Bahayanya! )

“Saya beri waktu tiga hari, terhitung mulai hari ini, kepada mereka yang mengklaim kalau itu tanah mereka padahal itu tanah Daerah Milik Jalan (DMJ) dan sekarang sedang dalam proses gugatan, untuk segera membongkar pagar itu,” tegasnya, Rabu (6/12/2017).

Jika ahli waris yang mengaku mempunyai hak atas tanah tersebut tidak membongkar sendiri, maka Midji akan menurunkan petugas Satpol PP dan dibantu oleh Polisi serta Kodim membongkarnya saat dalam proses hukum menurutnya tidak boleh ada yang mengklaim bahwa dia sudah pasti berhak karena hukum akan membuktikan siapa yang berhak.

“Saya minta segera, siapapun yang memagar itu segera bongkar dalam waktu tiga hari dari sekarang. Saya tidak main-main karena kita bicara masalah hukum dan putusan pengadilan belum ada,” sebutnya.

Menurutnya, pengacara sebagai kuasa hukum mereka, semestinya memberikan pemahaman kepada mereka yang mengaku-ngaku dan mengklaim itu lahan miliknya, bahwa yang namanya proyek pemerintah itu tidak boleh dihentikan dan tidak boleh terganggu, sekalipun ada gugatan dan lain sebagainya.

Wali Kota dua periode ini menyatakan, tidak akan mentolerir sekecil apapun gangguan dalam pembangunan Jembatan Landak sebab ini merupakan proyek vital bagi Kota Pontianak dan tidak boleh ada siapapun yang mengganggu. Sementara untuk ganti rugi ruko-ruko, pihaknya akan mengganti setelah ada penilaian dari lembaga apraisal.

Sementara pihak ahli waris yang menggugat atas lahan tersebut sulit untuk dikonfirmasi dan ditemui.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help