TribunPontianak/

Tradisi Robo Robo

30 Tahun Tinggal di Swedia, Daeng Fajar Bangga Bisa Ikut Kegiatan Robo-robo

Hampir tiga puluh tahun tinggal di Swedia, sama sekali tak membuat Wasterval Daeng Fajar lupa akan tradisinya sebagai keturunan Bugis.

30 Tahun Tinggal di Swedia, Daeng Fajar Bangga Bisa Ikut Kegiatan Robo-robo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN DARSANI
Wasterval Daeng Fajar 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Hampir tiga puluh tahun tinggal di Swedia, sama sekali tak membuat Wasterval Daeng Fajar lupa akan tradisinya sebagai keturunan Bugis. Ia merupakan keturunan dari kerajaan bone yang berada di Makassar.

Dirinya mengatakan menyatakan bahwa kegiatan robo-robo seperti ini semakin membuatnya bangga atas Indonesia yang memiliki keragaman dan kekayaan kebudayaan.

“Hal ini membuat saya bangga dengan Indonesia dan seluruh kerajaan di nusantara. Saya merasa bahagia ada yang membangkitkan kembali marwah kerajaan,” ujarnya.

Dirinya pertama kali datang ke mempawah untuk mengikuti serangkaian ritual robo-robo di Mempawah. Menurutnya hal ini perlu di wariskan kepada seluruh generasi penerus. Keberadaan raja saat ini bukan hanya sebuah kekuasaan akan tetapi sebuah kasih sayang.

“Saya bangga sekalipun saya tinggal di Swedia dan berpergian ke beberapa Negara asing lainya sama sekali tidak melupakan budaya indoenesia,” ujarnya.

(Baca: 2 Warga Swedia Ikut Ritual Robo-robo di Mempawah, Bagaimana Ungkapannya? )

Indonesianya baginya merupakan Negara yang indah, menurut daeng fajar Indonesia merupakan Negara yang  unik dan selalu menjaga tradisi-tradisi kebudayaan dengan kuat. Hal tersebut sama sekali berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada di eropa.

“Kegiatan ritual kebudayaan seperti di mempawah bisa menjadi pariwisita dan menunjang ekonomi masyarakat khususnya di mempawah atau seluruh kerajaan dan seluruh keratin di Indonesia,” ujarnya

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help