Ratusan Peserta Antusias Ikuti Jalan Sehat Yang Digelar KPUD Sambas
Sekitar 700 peserta mengikuti Jalan Sehat yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sambas.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekitar 700 peserta mengikuti Jalan Sehat yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sambas, dalam rangka Gerakan Sadar Pemilu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2018, Sambas, Minggu (29/10/2017).
700 peserta tersebut berasal dari instansi pemerintah dan stakeholder terkait, Forkopimda, Partai Politik, Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM), komunitas, pelajar dan mahasiswa, pemuda serta masyarakat umum.
Sebelum jalan sehat, peserta mengikuti senam sehat terlebih dahulu di depan Kantor KPU Kabupaten Sambas.
Usai senam sehat, peserta mulai menempuh jalan sehat, dengan rute Jalan Gusti Hamzah-Jalan Ahmad Marzuki-Jalan Muhammad Syafiuddin-Jalan Sukamantri-Jalan Ahmad Sood - Jalan Pendidikan-Jalan Suciptro dan kembali lagi ke Kantor KPU Kabupaten Sambas.
"Rute jalan sehat sekitar 5 kilometer. Dalam kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah doorprize, berupa hadiah utama dan berbagai hadiah hiburan lainnya," ungkap Matnoh Abdul Latif, Komisioner KPU Sambas.
(Baca: Akses Perbatasan di Sambas Justru Permudah Aksi Pelaku Perdagangan Orang )
Lanjutnya, jalan sehat yang digelar KPU Sambas ini, merupakan program kegiatan KPU Pusat yang dilaksanakan secara serentak di 17 Provinsi dan 171 Kabupaten/Kota, jelang pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Tahun 2018.
Yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam melaksanakan pemilihan kepala daerah, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2018 .
"Sebagai informasi, kami sampaikan bahwa data partisipasi masyarakat di Kabupaten Sambas pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2015 hanya sebesar 59,50 persen, kami berharap untuk pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar pada tahun 2018, sebagaimana target Nasional 77,5 persen dapat terpenuhi," jelasnya.
Matnoh menegaskan, Gerak Jalan Sadar Serentak Pemilu 2018 yang digelar tersebut, bukan agenda sesaat atau seremonial belaka, melainkan pijakan awal untuk membangun gerakan sadar Pemilu secara berkelanjutan.
"Kami menginginkan semua elemen bangsa bersinergi, berkolaborasi dan bergerak bersama untuk menyadarkan publik, bahwa pemilu adalah sebagai sarana kedaulatan rakyat dan merupakan sesuatu yang penting bagi keutuhan rakyat, tugas kita bersama menyadarkan publik bahwa pemilihan mereka dibalik surat suara yang hanya lima menit akan mempengaruhi kebijakan 5 tahun ke depan," terangnya.
Menurutnya, pemberian suara merupakan sesuatu yang sakral dan fundamental dalam negara demokrasi.
Suara yang dituangkan dalam bentuk coblosan dalam surat suara, merupakan bentuk perpindahan kekuasaan pemilih, sebagai pemegang kekuatan kedaulatan atas negara maupun daerah.
"Oleh karena itu jangan nodai suara dan sudah saatnya kita sebagai pemilih menggunakan hak kita dan penuh tanggungjawab," tegasnya.