Dalam 5 Tahun Terakhir Tidak Ditemukan Kasus Kaki Gajah di Sintang
Dalam sampling yang dilakukan oleh Kemenkes masih ditemui parasit yang menyebabkan penyakit kaki gajah.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa berdasarkan hasil konfirmasi dengan Kepala Dinas Kesehatan dapat dibenarkan bahwa Sintang memang masuk ke daerah endemis berdasarkan data sekitar enam sampai delapan tahun lalu.
"Berdasarkan data tersebut, kemudian dalam sampling yang dilakukan oleh Kemenkes masih ditemui parasit yang menyebabkan penyakit kaki gajah," kata Bupati Sintang Jarot Winarno saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, Minggu (22/10/2017) siang.
Jarot menambahkan bahwa dalam lima tahun terakhir tidak ada lagi ditemukan kasus baru maupun aktif.
(Baca: Sintang Endemis Kaki Gajah, Terbanyak dari Kecamatan Ini )
Artinya hanya tinggal kasus kronis yaitu dulu terinfeksi dan sudah diobati tuntas tetapi hanya tinggal sisa efek penyakit pada penderita.
"Seperti tungkai kaki yang membesar. Secara nasional diadakan pemberian obat kaki gajah selama lima tahun berturut-turut makan obat satu kali dalam satu tahun," jelas Jarot.
Dikatakannya bahwa berdasarkan hasil data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, saat ini di Kabupaten Sintang ada 19 kasus penyakit kaki gajah dan 12 sudah meninggal. Tetapi bukan karna kaki gajah tetapi karna penyakit lainnya.