Sintang Endemis Kaki Gajah, Terbanyak dari Kecamatan Ini

Ada sembilan kasus kaki gajah ditemukan di Sintang. Kemudian ada ditemukan parasitnya positif. Parasit cacing pembawa kaki gajah itu positif

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sintang, Harysinto Linoh mengatakan bahwa Sintang masuk wilayah endemis kaki gajah (Filariasis) berdasarkan beberapa temuan kasus yang terjadi beberapa tahun lalu.

"Ada sembilan kasus kaki gajah ditemukan di Sintang. Kemudian ada ditemukan parasitnya positif. Parasit cacing pembawa kaki gajah itu positif. Makanya Sintang ini endemis kaki gajah," katanya kepada Tribun Pontianak, Minggu (22/10/2017) siang.

Oleh karena itu, kata Harysinto makanya dilaksanakan pengobatan untuk kaki gajah selama lima tahun berturut-turut. Hal ini untuk mencegah terjadinya kembali kasus-kasus kaki gajah dan mengedukasi masyarakat di Kabupaten Sintang.

(Baca: Candaan Teman Berbuah Manis, Sopir Angkutan Dapat Motor di Jalan Sehat NU Pontianak )

"Ini kan masuk ke tahun kedua. Jadi setiap tahun seluruh warga Sintang ini makan obat kaki gajah. Kita juga tetap mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat. Karena penyebab sumber utama penyakit ini adalah cacing," katanya.

Terkait dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), Harysinto mengungkapkan ada beberapa cara cacing Filaria Wuchereria bancroft penyebab kaki gajah bisa masuk ke tubuh. Satu di antaranya bisa masuk melalui jaringan kulit manusia. Tentu ini berkaitan lagi dengan PHBS.

(Baca: LIVE FACEBOOK - Ratusan Warga Antusias Ikut Senam Sehat di SSA Pontianak )

"Kalau kita jalan tanpa pakai sepatu, sendal, anak-anak main tanah, makan tidak cuci tangan. Jangankan anak-anak, orangtua pulang habis dari ladang, pulang makan tidak cuci tangan, bisa saja terkena karena dibawa dari parasit cacingnya," jelasnya.

Untuk daerah penyebaran kaki gajah memang ada daerah yang rawan. Karena paling banyak ditemukan kasus kaki gajah yaitu daerah Nanga Mau, Kayan Hilir. Puskesmas Nanga Mau juga telah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Obat Pencegahan Filariasis (Kaki Gajah) sepekan yang lalu.

"Daerah Nanga Mau, Kayan Hilir ada yang positif kali gajah. Ada tujuh kasus, kemudian sisa dua. Karena lima sudah meninggal. Tetapi meninggalnya bukan hanya karena penyakit kaki gajah, karena komplikasi juga. Pihak puskesmas sudah sosialisasi di sana," pungkasnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved