Gangguan Mata Cepat Berkembang di Kalbar, Ternyata Ini Penyebabnya
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Dr dr Nila Farida Moeloek menerangkan Kalimantan Barat merupakan daerah paling cepat perkembangan
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Nasaruddin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Dr dr Nila Farida Moeloek menerangkan Kalimantan Barat merupakan daerah paling cepat perkembangan gangguan mata.
Hal ini lantaran Kalimantan Barat berada pada wilayah equator atau garis Khatulistiwa.
"Daerah equator adalah daerah tropis. Sinar ultraviolet dari matahari sangat terasa. Ini berpengaruh bagi mata," ungkapnya saat acara Peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2017 dan Launching Peta Jalan Penanggulanan Gangguan Pengelihatan di Pendopo Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Pontianak (12/10/2017).
(Baca: Ingin Melihat Perkembangan Kampung KB, BkkbN Jateng Kunjungi Landak )
Di daerah tropis, rentang usia penderita gangguan mata berbeda dengan daerah di wilayah belahan bumi sebelah Utara seperti Amerika Serikat.
"Katarak di Amerika Serikat sekitar usia 60 tahun. Di Indonesia, 40 tahun sudah kena katarak," terangnya.
(Baca: Jurnalis FC Menang Telak, Gilas Tim Pemkot Pontianak 4-0 )
Menkes mengimbau masyarakat peduli menjaga kesehatan panca indera, terutama mata. Pasalnya, mata berfungsi untuk melihat. Mata adalah aset.
"Jaga mata anak kita. Karena dengan melihat kita bisa belajar dan mendapatkan ilmu. Kasihan, jika anak pintar tapi mempunyai penglihatan yang kurang baik. Tentu akan berpengaruh," terangnya.
(Baca: Pendaftaran Turnamen Futsal Jurnalis Ketapang Cup Seri IV Segera Dibuka )
Menkes memberikan tips untuk menjaga kesehatan mata. Pertama, masyarakat diminta konsumsi makanan dan buah-buahan segar mengandung vitamin A. Pemastian kecukupan kebutuhan gizi bagi anak-anak harus terjamin.

"Contohnya makan wortel, itu banyak vitamin A. Pembentukan mata dari usia bayi. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) sangat baik sekali. Enam bulan pertama, pastikan gizi anak tercukupi agar pertumbuhan baik. Kalau kecil badannya, terus matanya besar bisa menderita mata minus. Ya, matanya kejepit," katanya.
(Baca: Guru Garis Depan di Kapuas Hulu Mundur Dua Orang )
Menkes juga meminta para orangtua mengawasi dan mengingatkan anak-anaknya. Karena beberapa kebiasaan buruk bisa mengakibatkan gangguan penglihatan mata.