TribunPontianak/

Soal Suster Larikan Uang Ratusan Juta, Begini Faktanya

Beredar kabar yang mengatakan telah terjadi kasus pelarian uang senilai Rp 540 juta yang dilakukan seorangsuster

Soal Suster Larikan Uang Ratusan Juta, Begini Faktanya
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi uang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beredar kabar yang mengatakan telah terjadi kasus pelarian uang senilai Rp 540 juta yang dilakukan seorang suster bernama Ratna di Rumah Sakit Antonius dan kini suster tersebut sedang diinterogasi di Polresta Pontianak.

Sampai sekarang belum ada konfirmasi dari Rumah Sakit Antonius Pontianak untuk kabar ini.

Saat konfirmasi, Tribun Pontianak bertemu dengan Kepala Sekretariat dan Humas RS Antonius Pontianak, Antonius Roni Herpanto. Direktur Utama RS Antonius, dr. Gede Sandjaja tidak bisa ditemui karena sedang melakukan operasi.

(Baca: Massa Beri Waktu Satu Minggu, Pemerintah Pusat Harus Berikan Solusi )

Kepala Sekretariat dan Humas RS Antonius Pontianak, Antonius Roni Herpanto mengatakan belum ada konfirmasi dari direksi terkait kabar yang beredar.

Namun dia mengatakan sepengetahuannya tidak ada karyawan Antonius yang sedang menjalani proses pemeriksaan di Polresta Pontianak.

"Memang di sini ada karyawan yang panggilannya Ratna, tapi untuk kasus yang tadi, sampai hari ini tidak ada. Karena kalau ada pasti dia sudah melapor ke direksi, apalagi dengan jumlah uang sebesar itu," katanya, Kamis (12/10/2017).

Baca: Hadapi Persaingan, Hotel Transera Perbaiki Kualitas Pelayanan )

Dia mengatakan jangan karena ada seseorang bernama Ratna di Rumah Sakit Antonius maka informasi itu langsung dipercaya.

"Asas praduga tak bersalah itu harus dikedepankan," jelasnya.

Dia mengatakan sampai sekarang belum ada peristiwa seperti pesan tersebut. Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada berita yang tidak jelas.

(Baca: Kebutuhan Darah 300 Kantong Sebulan, Biaya Pengganti Harus Sesuai Ketetapan )

"Saya belum pernah mendengar ada biaya pengobatan sampai 540 juta di rumah sakit ini, berita tersebut juga tidak jelas, nama pasiennya tidak lengkap, dirawat di ruang mana tidak disebutkan sehingga kita tidak bisa melacak," terangnya.

Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help