TribunPontianak/

Soal Pembelian BBM Gunakan Jeriken, SPBU Bantah Penegasan Kapolres

Soal Pembelian BBM Gunakan Jeriken, SPBU Bantah Penegasan Kapolres. Kapolres Ketapang, AKBP Sunario

Soal Pembelian BBM Gunakan Jeriken, SPBU Bantah Penegasan Kapolres
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah masyarakat membeli bahan bakar minyak dengan menggunakan jeriken di SPBU 64.781.17 di Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (13/6/2017) pagi. Masyarakat yang membeli BBM dengan jeriken tersebut mengantri menggunakan kendaraan, tapi yang diisi jeriken ken bukan tangki motor atau mobil. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG, – Kapolres Ketapang, AKBP Sunario menegaskan pengisian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken atau drum tak diperbolehkan.

Terkecuali pengisian drum yang mendapat rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Ternyata Manager SPBU Pawan Raya Utama di Jalan DI Panjaitan Ketapang, Budi membantah penegasan Kapolres Ketapang itu.

(Baca: Komandan Pomdam Xll/Tpr Ingatkan Prajurit Tak Budayakan SIM Tembak )

Budi malah menegaskan bahwa pengisian BBM khususnya pertalite bebas meski menggunakan jeriken dan drum.

“Kalau kita jika BBM banyak maka kita layani semua. Jadi pakai jeriken juga dilayani, semuanya sama," katanya kepada wartawan di Ketapang, Senin (11/9/2017).

"Meski beli menggunakan jeriken selama stok masih ada tetap kita kasi,” tambahnya. 

(Baca: Pembelian BBM Gunakan Jeriken, Ini Larangan Kapolres Ketapang )

Ia menjelaskan hal tersebut lantaran BMM jenis pertalite tidak ada bersubsidi.

Menurutnya selama ini ia merasa tidak ada aturan melarang hal ini.

(Baca: Berharap Atletik Jadi Ikon Olahraga Sekadau )

Sehingga pihaknya akan tetap menjual kepada pembeli yang menggunakan jeriken dan drum.

“Selama persediaan masih ada tetap bebas jual. Satu hari biasa yang beli menggunakan jeriken di SPBU kita ini bisa mencapai 4 ribu liter,” tuturnya.

Penulis: Subandi
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help