Resmi Dilantik, Ketua MUI Sambas Sampaikan Pesan Dalam 3 Bahasa
Ketua MUI Sambas, H Syamsuri Syaifudin dalam sambutannya menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas masa khidmat 2017-2022 digelar di aula Kantor Bupati Sambas, Rabu (30/8/2017).
Acara pelantikan yang bertemakan 'Mengawal Akidah, Merekat Ukhuwah, Menegakkan Sunnah Menuju Masyarakat Sambas Yang Berakhlakul Karimah' ini dihadiri Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili yang diwakili Sekda Sambas Uray Tajudin, Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadi Prabowo, Ketua DPRD Sambas Arifidiar serta Ketua MUI Provinsi Kalbar.
Ketua MUI Sambas, H Syamsuri Syaifudin dalam sambutannya menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia.
"Izinkan saya memakai tiga bahasa, Inggris, Arab dan Indonesia. Tugas ulama hari ini sangat penting dan strategis dalam memberikan fatwa bagi umat Islam masa kini," ungkapnya.
(Baca: Banjir Ancam Dua Desa di Ketapang, Dua Sekolah Terpaksa Diliburkan! )
Lanjutnya, Kabupaten Sambas sebagai daerah yang beruntung karena memiliki pemimpin yang juga adalah seorang ulama.
"Kabupaten Sambas sangat beruntung memiliki pemimpin yang juga seorang ulama. Bupati kita H Atbah Romin Suhaili itu tak hanya ulama, tapi sekaligus umara. Oleh karenanya, kita berjanji akan mendukung pemimpin kita H Atbah Romin Suhaili dan Hj Hairiah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsuri mengingatkan bahwa seorang ulama sudah semestinya bersikap jujur dan apa adanya.
"Apabila pemimpin yang berkedok ulama maka akan terjadi ketimpangan, seorang ulama hendaknya tidak percaya dengan kosmetik kepalsuan yang akan meninabobokan ulama," pesannya.
Ketua MUI Kalbar, HM Basri Har mengaku optimis dengan kepengurusan MUI Sambas yang telah dilantik.
"Saya insya Allah optimis, MUI Kabupaten Sambas, akan semakin mengikat marwah MUI Kabupaten Sambas," jelasnya.
Menurutnya, saat ini patut disyukuri bahwa lembaga MUI semakin mendapat kepercayaan dari umat Islam di Indonesia.
"Ini kita lihat, betapa tingginya ekspektasi umat Islam terhadap MUI. Bahkan banyak hal, MUI dituntut untuk bisa berperan lebih besar di luar kewenangannya," terangnya.
Tentunya hal ini semakin memacu semangat seluruh pengurus MUI untuk bisa lebih berkhidmat, berkiprah lebih keras, lebih baik, lebih teliti dan efisien serta lebih terorganisir.