Biaya untuk Orangutan Ternyata Mahal, Mulai dari Makan dan Perawatan Dokter
Setelah dari kandang, kita lepas ke hutan. Diajarkan cari makan sendiri, diajarkan cara hidup dengan orangutan lain.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Dua individu orangutan yang diamankan SPORC Brigade Bekantan sementara ini dititipkan ke IAR. Status orangutan sebagai barang bukti.
"Orangutan kan punya negara. Kami hanya membantu. Untuk sekarang, statusnya titipan di kita," kata ketua umum IAR Indonesia, Tantyo Bangun, Selasa (22/8/2017).
Ketika proses hukum selesai, menjadi kewenangan BKSDA untuk menyerahkan ke pihaknya.
Untuk proses pelepasliaran sendiri, perlu waktu yang lama. Orangutan mesti dilatih dan belajar hidup di alam lepas.
"Setelah dari kandang, kita lepas ke hutan. Diajarkan cari makan sendiri, diajarkan cara hidup dengan orangutan lain. Minimal tiga sampai empat tahun untuk proses rehabilitasi. Setelah semua proses itu, baru dilepasliarkan. Itupun masih kita awasi setahun," jelasnya.
Baca: Pria 17 Tahun Embat Sepeda Motor Anggota Polisi, Ini Ancaman Hukumannya
Proses ini, menurutnya tidak mudah dan perlu biaya yang mahal. Mulai dari makanan, hingga untuk perawat dan dokter.
"Jadi jangan dikira ini masalah kecil. Ini masalah besar. Dunia juga menyoroti ini," terangnya.