Kayan Hilir Jadi Pilot Project Perkebunan Kopi

Ketidakpastian harga komoditas karet dan kelapa sawit membuat Pemkab harus putar otak mencari alternatif komoditas unggulan baru.

Tayang:
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Seksi (Kasi) Produksi dan Pengembangan Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang Arif Setyabudi saat diwawancarai Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Jumat (7/4/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang berencana jadikan Kecamatan Kayan Hilir sebagai pilot project penanaman kopi di tahun 2017.

Ketidakpastian harga komoditas karet dan kelapa sawit membuat Pemkab harus putar otak mencari alternatif komoditas unggulan baru.

Seperti diketahui, karet dan kelapa sawit jadi komoditas andalan Kabupaten Sintang.

Baca: Pemkab Sintang Gandeng Untan untuk Wujudkan Visi-Misi

Mayoritas masyarakat Sintang masih gantungkan mata pencaharian dari perkebunan dua komoditas ini.

Anjloknya harga menggerus perekonomian dan turunkan daya beli masyarakat.

 Kepala Seksi (Kasi) Produksi dan Pengembangan Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang Arif Setyabudi menerangkan 20 hektare lahan telah dipersiapkan di Desa Sungai Buaya.

Pengembangan kopi merupakan program diversifikasi komoditas di Kabupaten Sintang.

"Pemkab akan mengembangkan komoditas unggulan baru di luar tanaman karet dan kelapa sawit. Fokusnya ada lima komoditas, termasuk kopi dan kakao," ungkapnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (7/4/2017) siang.

Berdasarkan identifikasi, Kecamatan Kayan Hilir merupakan daerah paling cocok jadi sentra perkebunan kopi. Selain tanahnya subur, iklim dan curah hujan terbilang mendukung pertumbuhan tanaman kopi.

"Selain Kayan Hilir, Serawai dan Ambalau juga cocok untuk kopi. Hanya saja kita ingin mengembangkan wilayah baru. Jadi, ada cluster. Misalnya Tempunak, Sepauk dan Tebelian itu wilayah karet. Lada dan kakao khusus wilayah Ketungau. Kopi di Kayan. Kemudian, Serawai dan Ambalau itu budidaya komoditas kehutanan lainnya," paparnya.

Arif menambahkan pihaknya telah memilih klon bibit kopi super.

Bibit ini merupakan produksi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia di Jember. Untuk jenisnya adalah Robusta, lantaran paling cocok di Kalimantan Barat.

Robusta tidak harus ditanam di daerah perbukitan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved