Pemilu 2014

Panwas Sanggau: Bukti Dugaan Pelanggaran Kurang

Hal itu disebabkan tidak memenuhi ketentuan terutama KUHAP 184 ayat satu tentang alat bukti yang sah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU  – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sanggau sudah memutus tiga laporan dugaan pelanggaran Pemilu Legislatif (Pileg) terkait politik uang (money politic). Adapun ketiga laporan itu yakni di Desa Belangin Kecamatan Kapuas, Desa Sungai Nekan Kecamatan Entikong dan Desa Mawang Muda Kecamatan Beduai.

Anggota Divisi Penindakan Panwaslu Sanggau, Anselmus Suharno menerangkan dari hasil klarifikasi atas saksi-saksi dari ketiga kasus itu diputus tidak memenuhi unsur pelanggaran. Hal itu disebabkan tidak memenuhi ketentuan terutama KUHAP 184 ayat satu tentang alat bukti yang sah.
“Kalau Belangin itu prosesnya sudah diproses sampai sentra Gakkumdu ternyata setelah dikaji memang tidak memenuhi ketentuan dalam pasal 184 KUHAP ayat 1 tentang alat bukti yang sah,” jelas Anselmus Suharno didampingi Anggota Divisi Pengawasan Panwaslu Sanggau, Amin Syukur, di Kantor Panwaslu Sanggau, pada Senin (28/4/2014).
Kasus Belangin, dijelaskan tidak bisa diteruskan ke tingkat penyidikan. Dalam hal ini hanya ada satu saksi yang mana diharuskan adanya dua orang saksi.

“Saksi itu satu saksi menurut hukum itu bukan saksi, memang banyak saksi tapi saksi yang tidak berkompeten. Kalau saksi menurut hukum adalah orang mendengar, melihat langsung kejadian itu, kalau ini secara otomatis intinya tidak cukup bukti, otomatis gugur,” jelasnya.
Begitupun di Nekan Entikong, dijelaskan, saat proses klarifikasi ke pelapor juga tidak mengetahui secara pasti kejadian itu. Karena, pelapor dijelaskan Anselmus juga mendengar kejadian itu dari orang lain. “Menurut keterangan klarifikasi, dia juga meneruskan laporan orang, pelapor juga tidak tahu apa-apa.” terangnya.
 
Penulis: Haryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved