Warga Minta Evaluasi Puskesmas Alianyang

Kunci ambulans itu tidak boleh dibawa pulang oleh siapapun

Tayang:
Penulis: Subandi | Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Muhammad Ridho (19) warga Jl Karet, menyayangkan  tidak adanya ambulans yang bisa digunakan sehingga korban lakalantas, Pika, terlantar cukup lama. Menurutnya tidak ada kunci ambulans tersebut merupakan keteledoran yang tidak boleh terulang.


"Kunci ambulans itu tidak boleh dibawa pulang oleh siapapun. Itu bukan untuk kepentingan pribadi tapi untuk masyarakat umum," ujar Muhammad, teman korban yang datang ke lokasi kejadian, Sabtu (18/5/2013) malam.

Ia menjelaskan, kunci ambulans harus dipegang seseorang atau setidaknya ada duplikat di puskesmas. Sehingga ketika ambulans benar-benar diperlukan bisa langsung digunakan. Ia berharap kejadian terhadap Pika, yaitu ambulans yang tidak bisa dipakai tidak terulang.

"Harus ada evaluasi kenapa kunci ambulans tersebut tidak ada. Apakah permasalahannya terletak pada petugas atau aturan di puskesmas tersebut. Semoga kejadian ini tidak terulang dan pelayanan Puskesmas harus memadai," harapnya. 

Sebelumnya diberitakan, Pika yang menjadi korban lakalantas terlantar dalam kondisi pingsan di halaman Puskesmas Alianyang. Pika adalah korban lakalantas sekitar pukul 23.00 WIB tepat depan puskesmas tersebut. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved