Pak, Saya Dirampok
Memang sebelumnya ada orang yang bolak balik di sekitar mobil.
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief
Pantauan Tribun di tempat kejadian perkara, mobil korban parkir tepat di depan Salon Marcy House & Bridal nomor 3B. Korban diketahui sedang mencoba baju pengantin yang dipesannya dan akan melangsungkan acara selamatan pernikahan di Mahkota Hotel pada 23 Maret 2013.
Saat itu korban bersama istri dan ibunya berada di dalam rumah.
Kejadian tersebut menggemparkan warga saat bunyi tabrakan antara motor pelaku dan mobil pengendara yang hendak masuk kompleks. Diketahui dua pengendara yang menggunakan sepeda motor Jupiter MX warna hitam adalah kawanan perampok.
Menurut korban, Arif Rahman Hakim (20), anak kesembilan dari sepuluh bersaudara tokoh masyarakat Madura, H Sulaiman, dirinya sedang berada di sebuah salon tempatnya memesan baju pengantin.
"Mau fitting (coba) baju di Bali Mas 3 untuk pernikahan tanggal 23 nanti bersama ibu dan istri saya. Memang sebelumnya ada orang yang bolak balik di sekitar mobil. Saat itu mobil ditinggal di tepi jalan dan saya masuk ke dalam," jelasnya.
Menurutnya, kejadian baru diketahui saat ada suara tabrakan. "Malingnya ditabrak orang lain yang melintas, tapi tidak sempat dihajar massa. Sekali dilihat rupanya mobil saya sudah dirampok. Dan tas istri saya yang semula dibawa kabur perampok berhasil diselamatkan. Isi tas ada uang sekitar Rp 3 sampai 4 jutaan," imbuh warga Jl Khatulistiwa Gg. Teluk Intan no 50 Kecamatan Pontianak Selatan.
"Kemudian dua perampok tersebut meninggalkan motornya dan kabur ikut dua orang kawannya yang nunggu di depan kompleks. Kabur pake motor matic arah Jl A Yani. Sebetulnya sudah sempat dipegang perampoknya, tapi ngeluarkan golok, ngebas-ngebasin golok jadi orang takut. Ada empat orang pakai dua motor," jelasnya.
Menurut saksi mata kejadian, Tania (40) kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu korban sedang berada di salon tempatnya tinggal. "Tas yang diambil dilemparkannya karena sudah tertabrak mobil orang yang mau masuk kompleks. Terus orang sini keluar semua pas dengar bunyi tabrakan," ujarnya.
"Mobil itu langsung pergi, kayaknya rusak di bagian bemper. Anehnya saat kaca mobil pecah tak ada suaranya, tiba-tiba bunyi tabrakan. Sempat dikejar sama orang sini tapi yang dua orang kabur ikut kawannya yang nunggu di depan kompleks," imbuhnya.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno membenarkan peristiwa tersebut. "Ini sudah sering terjadi dan sangat meresahkan masyarakat. Modusnya korban sedang memarkirkan kendaraannya di tepi jalan," ujar Kasat kepada wartawan.
"Oleh beberapa kelompok atau komplotan mengambil isi atau barang berharga yang ada di dalamnya. Sebagian sudah kita tangkap dan ada yang sudah kita pantau. Ada bermacam kelompok, anggotanya ada yang mulai dari dua sampai lima orang," imbuhnya.
Kasat menambahkan, dari barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor milik pelaku akan dilakukan pengembangan. "Nomor plat kendaraan diduga palsu. Tapi nantinya motor tersebut akan kita ketahui identitas pemiliknya dan akan berkoordinasi dengan pihak Samsat," tegas Puji.
Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar yang juga merupakan ayah korban, H Sulaiman, mengatakan dirinya mengetahui peristiwa tersebut saat berada di Jl Imam Bonjol. "Saya lagi di jalan, kebetulan mau ke Polda. Pas di Imbon anak saya telepon dan bilang, pak saya dirampok," ujarnya.
"Karena dekat saya langsung menuju ke sana. Saya dengar kelompok ini dari luar daerah Kalbar. yang khusus memantau orang yang keluar masuk dari bank. Mobil tersebut sering digunakan keluar masuk bank. Anak saya yang nomor 6 juga pernah kecurian. Uang disimpan di jok motor dari Bank Danamon, baru turun beberapa menit sudah rusak jok motornya, dan rupanya kelompok juga," lanjutnya.
Dirinya berharap aparat kepolisian dapat segera melakukan upaya untuk meringkus kelompok tersebut. "Supaya aman dari tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat," harapnya. (qky/tribun pontianak cetak)