Bukti Ummat Kalbar Rukun
Selain itu, pembangunan rumah-rumah ibadah ini juga menjadi potret dan bukti bahwa Kalbar hidup rukun kendati warganya berasal dari berbagai etnis
Penulis: Subandi |
"Kita bisa duduk dan berkumpul di gereja ini hanya butuh satu tahun pegerjaan. Ini semua bukan karena kita, saya atau siapa saja. Tapi ini berkat kehendak Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus bersyukur dan benar-benar memanfaatkan gereja ini untuk menambah keimanan kita," kata Christiandy saat meresmikan penggunaan GKKB, Rabu (12/12).
Christiandy dalam kesempatan tersebut membubuhkan tandatangan mewakili Gubernur Cornelis yang berhalangan hadir. "Peletakan batu pertama saya. Sekarang, penandatanganan peresmian juga saya. Tapi, tanda tangan saya tetap mewakili Gubernur. Gubernur tidak bisa datang karena sakit," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya jamaat kristen bersyukur atas berdirinya GKKB tersebut. Sebab gereja yang direncanakan selesai dan baru bisa digunakan empat tahun ke depan, sudah bisa digunakan tahun ini.
Total pengerjaannya, diselesaikan hanya setahun. Wagub juga bersyukur di GKKB telah terbentuk suatu komunitas. Komunitas ini diharapkan bisa mendukung kinerja penerintah dalam membangun daerah. "Jemaat gereja sangat mendukung visi misi pemerintah. Kita ingin mencapai visi misi Kalbar dilakukan bersama-sama," katanya.
Wagub Christiandy juga menegaskan Pemrov Kalbar tak hanya membantu GKKB dan Gereja Katedral. Namun juga membantu pembangunan Masjid Raya Mujahidin. Tujuannya untuk meningkatkan iman dan ilmu masyarakat Kalbar.
Selain itu, pembangunan rumah-rumah ibadah ini juga menjadi potret dan bukti bahwa Kalbar hidup rukun kendati warganya berasal dari berbagai etnis dan agama. "Jika mereka datang, bagi pejabat beragama Islam mau salat, dengan bangga kita bawa ke Mujahidin. Jika Katolik kita bawa ke Gereja Katedral dan jika protestan kita bawa ke GKKB ini," jelasnya.
Ketua Panitia Renovasi GKKB Jemaat Pontianak, Tony Wijaya, mengatakan kapasitas standar gereja yang terletak di Jl Gajahmada Nomer 250 A Pontianak ini bisa menampung 1.800 jamaat.
Renovasi awalnya direncanakan lima tahun karena keterbatasan biaya. Namun, masalah itu teratasi berkat dukungan masyarakat dan pemerintah.
"Total anggaran pembangunan Rp 35 miliar. Pemprov bantu Rp 5 miliar. Selebihnya, dari pemerintah kota, jamaat, dan donatur di Kalbar maupun luar Kalbar, seperti Jakarta." kata Tony.
Ia berharap, keberadaan GKKB bisa memperlancar jamaat beribadah untuk mempertebal keimanan. "Jika imannya baik, pasti seseorang akan jadi warga negara yang baik. Termasuk mendukung menyukseskan pembangunan daerah," ujarnya.
GKKB dipercayakan kepada arsitek lokal dengan pekerja 100 orang. Pada bagunan terlihat lambang huruf seperti A. Lambang tersebut terdiri dari Alfa dan Omega yang memiliki filosopi atau kekekalan dan kesempurnaan. (bnd/ Tribun Pontianak Cetak)