Pendidikan Kalbar Tertinggal
Paling tidak ada 5 indikator yang dapat menilai ketertinggalan itu
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
"Paling tidak ada 5 indikator yang dapat menilai ketertinggalan itu," jelasnya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (1/5/2012).
Dia menyebuttkan pertama angka melek huruf masyarakat Kalbar yaitu 89,7 dibawah rata-rata nasional yaitu sebesar 93,2. Kedua, rata-rata lama sekolah 6,8 dibawah rata-rata nasional yaitu 7,9. Selain itu, Ketiga angka partisipasi kasar SMP/MTs 84,6 dibawah rata-rata nasional yaitu 97,1. Keempat, untuk angka partisipasi kasar SMA/SMK/ MA sebesar 62,9 masih dibawah rata-rata nasional yaitu 75,1. Kelima, persentase siswa tidak lulus dari hasil UN murni SMA/MA tahun 2011 yaitu sebesar 11, 25 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu 8,65 persen.
Pemerintah Kalimantan Barat perlu melakukan terobosan-terobosan untuk memajukan kembali pendidikan. "Untuk percepatan perbaikan kinerja pendidikan tersebut harus melakukan perubahan dan strategi dan kebijakan pembangunan pendidikan di Kalbar," paparnya.
Dia menambahkan pemerintah dapat lebih konsen terhadap pendidikan,"Fokuskan dulu kepada perluasan akses dan keterjangkauan pelayanan pendidikan," tukasnya.