Anggota Armed Tewas
Ayah Yakin Sertu Raja tak Terlibat
Secara pribadi, Marsoit tidak yakin anaknya turut melakukan tindak kekerasan. Sebab selama ini Raja dikenal sangat mengasihi orang lain
Penulis: M Arief Pramono |
T Marsoit Sihotang, ayahanda Raja, berharap anaknya tidak terlibat dalam kasus dugaan kekerasan itu. Kalaupun saat ini Raja masih dalam tahap pemeriksaan, Marsoit berharap anaknya itu hanya sebatas saksi kasus tersebut.
Secara pribadi, Marsoit tidak yakin anaknya turut melakukan tindak kekerasan. Sebab selama ini Raja dikenal sangat mengasihi orang lain. "Kalau sampai dia terlibat, pasti karena ada yang memaksanya," ujarnya melalui pembicaraan telepon dengan Tribunpontianak.co.id, Rabu (22/2) malam.
Ia mengenang putranya sebagai sosok pemurah yang suka membantu teman-temannya. "Dia itu orangnya mudah kasihan kepada orang lain. Kalau ada temannya sedang susah, uangnya pun rela dia berikan," ungkapnya.
Marsoit bahkan mempersilakan Tribunpontianak.co.id, bertanya langsung kepada Praptu Asep, yaitu orang yang menurutnya sangat kenal pribadi Raja. Dari informasi Praptu Asep, Marsoit tahu bahwa anaknya tidak pernah melakukan tindakan kekerasan kepada siapapun.
Sebelumnya, Raja pernah menjadi komandan regu di batalyon tempat dia bergabung. "Ketika menjadi komandan regu, Raja tidak pernah menempeleng anggotanya," tandas Marsoit.
Sejak Raja berada dalam tahanan Pomdam, Marsoit belum sekalipun bertemu. Dia masih mengurus izin agar diperkenankan membesuk anaknya di tahanan. Jika bertemu nanti, dia ingin mendengar langsung cerita yang sebenarnya dari Raja.
Raja adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Di antara ketiga anaknya ini, kata Marsoit, Raja yang paling dia percaya. Bukannya tanpa alasan, Marsoit tahu persis bahwa sejak kecil, anaknya itu selalu jujur.
Oleh karena itu, apapun yang diceritakan Raja nantinya, Marsoit yakin itulah kebenaran dari peristiwa tersebut. "Kepada saya, dia tidak pernah bohong. Jika dia memang terlibat kekerasan, dia pasti mengakuinya. Tapi, jika dia bilang tidak terlibat, saya yakin memang tidak," katanya. (Tribun Pontianak cetak)