Ramadhan 2026

Doa Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar dapat dicari pada hari-hari tertentu di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Editor: Dhita Mutiasari
Freepik.com
DOA LAILATUL QADAR - Ilustrasi seorang yang berdoa usai waktu salat. Malam Lailatul Qadar diyakini memiliki keutamaan luar biasa karena nilainya lebih baik dari seribu bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan karena nilainya lebih baik dari seribu bulan. 
  • Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.
  • Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah 
  • Salah satu doa yang dianjurkan adalah “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” yang berarti memohon ampunan kepada Allah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Malam Lailatul Qadar diyakini memiliki keutamaan luar biasa karena nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Rasulullah saw memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada periode tersebut.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Latin:

‘An ‘Āisyata anna Rasūlallāhi qāla: taḥarraw laylatal-qadri fil-witri minal-‘asyril-awākhiri min Ramaḍān.

“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Intailah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjadi dasar bagi banyak umat Islam untuk memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Jadwal Malam Lailatul Qadar 10 Hari Terakhir Ramadhan 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Petunjuk serupa juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.

Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar dapat dicari pada hari-hari tertentu di sepuluh malam terakhir Ramadan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى، فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى، فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى

Latin:
‘An Ibni ‘Abbāsin anna an-nabiyya qāla: iltamisūhā fil-‘asyril-awākhiri min Ramaḍān laylatal-qadri fī tāsi‘atin tabqā, fī sābi‘atin tabqā, fī khāmisatin tabqā.

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw bersabda: Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, pada saat tersisa sembilan malam, tujuh malam, atau lima malam.” (HR. al-Bukhari).

Sebagian ulama memahami hadis ini sebagai isyarat pada malam-malam ganjil.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved