Ramadhan 2026

Deretan Daftar Shalat Malam Bulan Ramadhan, Sesuai Anjuran Rasulullah SAW Lengkap Bacaan Witir

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan. Dianjurkan pada bulan Ramadhan

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/Endro
URUTAN SHALAT - Shalat Malam merupakan satu di antara amalan saat malam Bulan Ramadhan 1447 H. 

Ringkasan Berita:
  • Dianjurkan pada bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak amalan ibadah seperti shalat, dzikir dan lainnya.
  • Pada malam hari bisa mendirikan Shalat, seperti tarawih hingga rentetan shalat malam lainnya yang dianjurkan.
  • Terdapat urutan Shalat malam yang direkomendasikan para ulama untuk menjalankan ibadah sunnah di malam hari bulan Ramadhan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan.

Dianjurkan pada bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak amalan ibadah seperti shalat, dzikir dan lainnya.

Pada malam hari bisa mendirikan Shalat, seperti tarawih hingga rentetan shalat malam lainnya yang dianjurkan.

Terdapat urutan Shalat malam yang direkomendasikan para ulama untuk menjalankan ibadah sunnah di malam hari bulan Ramadhan.

Makanya sebelum melakukannya harus mengetahui urutannya agar ibadah di Bulan Ramadhan bisa maksimal.

Urutan Shalat malam, terdapat beberapa adab dan sunnah yang sebaiknya dilakukan.

Pertama, berniat untuk bangun malam sebelum tidur.

Baca juga: Hukum Tak Baca Qunut Witir di Malam 15 Ramadhan ? Kitab Fiqh Sebut Apa Yang Pernah Dilakukan Nabi

Niat ini sudah bernilai pahala, meskipun seseorang tertidur hingga Subuh karena kelelahan.

Disunnahkan untuk duduk sejenak dan mengusap wajah guna menghilangkan rasa kantuk.

Rasulullah SAW juga membiasakan diri bersiwak atau membersihkan mulut ketika bangun malam.

Lalu membaca sepuluh ayat terakhir surah Ali Imran (ayat 190–200) juga termasuk sunnah yang sering dilakukan Nabi ketika memandang langit malam.

Daftara Urutan Shalat Malam yang Dianjurkan

1. Shalat Iftitah atau Shalat Pembuka

Urutan Shalat malam dimulai dengan dua rakaat ringan sebagai pembuka. Rasulullah SAW tidak langsung melaksanakan Shalat panjang, tetapi mengawali dengan Shalat yang singkat agar tubuh dan pikiran lebih siap untuk ibadah inti.

Hal ini berdasarkan hadis sebagai berikut:

“Apabila salah seorang di antara kalian bangun malam, hendaklah ia membuka Shalatnya dengan dua rakaat yang ringan.” (HR. Muslim no. 768)

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved