Ramadhan 2026

5 Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah, Waktu Mustajab yang Tak Tertolak

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa berbuka puasa memiliki keistimewaan dan tidak tertolak.

Editor: Dhita Mutiasari
Freepik.
BUKA PUASA - Sebuah keluarga yang berdoa sebelum buka puasa dipload Senin (23/2/2026). Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa berbuka puasa memiliki keistimewaan dan tidak tertolak. 

Ringkasan Berita:
  • Berbuka puasa merupakan momen penuh kebahagiaan dan keberkahan setelah menahan lapar dan dahaga seharian. 
  • Dalam ajaran Islam, waktu berbuka (ifthar) termasuk waktu mustajab untuk berdoa. 
  • Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, bahwa orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak saat berbuka.
  • Dalam kitab Al-Adzkar, Imam an-Nawawi menghimpun sejumlah doa berbuka puasa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berbuka puasa, setelah sebelumnya menahan dahaga dan lapar dari terbit fajar sampai mentari terbenam, memberi kebahagiaan tak terkira.

Ucap syukur dan doa sudah selayaknya kita panjatkan saat berbuka puasa.

Sebelumnya, penting untuk diketahui, puasa merupakan momen di mana doa kita berpeluang lebih besar dikabulkan Allah SWT

Momen berbuka puasa atau ifthar dalam Ramadan menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa menurut ajaran Islam.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa berbuka puasa memiliki keistimewaan dan tidak tertolak.

Penjelasan ini bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan para ulama, termasuk Ibnu Majah.

Berapa Hari Lagi Lebaran 2026? Hitung Mundur Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu:

إنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika dia berbuka terdapat doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Sunni)

Hadis tersebut menjadi dasar anjuran membaca doa berbuka puasa karena waktu ifthar merupakan momen penuh keberkahan.

Imam Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menghimpun sejumlah redaksi doa berbuka puasa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat.

Doa Berbuka Puasa Riwayat Ibnu Umar

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika berbuka membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

Dzahabadh dhoma’u wabtalatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allahu Ta'aalaa.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki.” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved