Ramadhan 2026
MUTIARA RAMADAN - Ramadhan Al-Ma’un: Berhenti Menjadi "Pendusta Agama" di Bulan Suci
Surah Al-Ma’un memberikan tamparan keras bagi siapa saja yang merasa dirinya religius, namun abai terhadap realitas sosial seperti kemiskinan
Penulis: Nasaruddin | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Surah Al-Ma’un memberikan tamparan keras bagi siapa saja yang merasa dirinya religius, namun abai terhadap realitas sosial seperti kemiskinan dan ketidakberdayaan kelompok marginal seperti anak yatim.
- Surah ini dengan lugas menyebut mereka yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin sebagai "pendusta agama" (yukadzdzibu bid-din).
Oleh: M. Wawan Gunawan, Dosen FEBI IAIN Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Setiap kali hilal Ramadhan tampak, keriuhan kita biasanya terjebak pada dua hal: yang pertama adalah jadwal imsakiyah dan yang kedua menu berbuka. Pada bulan mulia ini, masjid-masjid penuh, ayat-ayat suci bergema di setiap sudut.
Namun, di tengah gemuruh spiritualitas itu, sebuah pertanyaan besar membayangi kita: Apakah puasa kita tahun ini hanya akan menjadi ritual menahan lapar, atau akan bertransformasi menjadi gerakan kemanusiaan yang nyata?
Tahun 2026 ini, di tengah tantangan ekonomi global dan kesenjangan sosial yang masih menganga, pesan yang dimaktub dalam Surah Al-Ma’un menjadi sangat relevan sebagai kompas moral bagi umat Muslim yang sedang berpuasa.
Puasa sebagai "Shock Therapy" Empati
Surah Al-Ma’un memberikan tamparan keras bagi siapa saja yang merasa dirinya religius, namun abai terhadap realitas sosial seperti kemiskinan dan ketidakberdayaan kelompok marginal seperti anak yatim.
Surah ini dengan lugas menyebut mereka yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin sebagai "pendusta agama" (yukadzdzibu bid-din).
• MUTIARA RAMADAN - Ramadhan Momentum Merajut Solidaritas dan Perekat Keharmonisan Sosial
Ramadhan seharusnya menjadi momentum shock therapy. Lapar yang kita rasakan bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah pintu masuk untuk memahami penderitaan jutaan orang yang kelaparannya tidak berujung dan berhenti karena azan Maghrib.
Lebih dari itu, surah Al-Ma’un mengingatkan kita bahwa kesalehan ritual (seperti salat dan puasa) sama sekali tidak bernilai di mata Allah SWT jika dipisahkan dari kesalehan sosial.
Fenomena "Kesalehan Elitis"
Seringkali, Ramadhan berubah menjadi bulan konsumerisme berbalut agama. Buka puasa bersama di hotel berbintang yang menyisakan tumpukan makanan sisa (food waste), yang kemudian seringkali berbanding terbalik dengan kondisi disekitar kita.
Jangan-jangan tetangga di belakang tembok yang ada disekitar kita sedang kebingungan mencari sepiring nasi.
Di sinilah Ramadhan Al-Ma’unyang dimaksud harus hadir. Konsep ini menantang kita untuk mendefinisikan ulang makna "berbagi" secara lebih luas dan mendalam.
Berbagi bukan lagi sisa dari kelebihan kita, melainkan bagian integral dari harta kita yang memang milik mereka yang membutuhkan.
Membumikan Al-Ma’un di Tahun 2026
Karenanya, ditahun ini menjadi momentum yang tepat untuk kita membumikan konsep Al-Ma’un dalam kehidupan sehari-hari. Namun bagaimana cara membumikannya hari ini?
Zakat yang Memberdayakan: Bukan sekadar membagikan beras, tapi memastikan akses pendidikan bagi anak yatim agar rantai kemiskinan terputus.
Filantropi Digital: Menggunakan kemudahan teknologi untuk menjangkau mereka yang tak terlihat oleh sistem bantuan pemerintah.
Ramadhan 2026
Puasa Ramadhan 2026
Mutiara Ramadan
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Pontianak
Kalbar
Kalimantan Barat
IAIN Pontianak
| Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Sekda Ajak Warga Perkuat Persatuan |
|
|---|
| Merakyat di Bulan Ramadan, Bupati Ketapang Alexander Wilyo Duduk Melingkar Bersama Warga |
|
|---|
| IWO Landak dan HPI POU Bagi Sembako ke Kaum Dhuafa di Masjid Ismahayana |
|
|---|
| Waspada! 10 Kebiasaan Sepele yang Bisa Mengurangi Pahala Puasa Ramadhan |
|
|---|
| Lengkap! Niat Zakat Fitrah Sekeluarga Langsung atau Untuk Diri Sendiri hingga Anak Sesuai Pilihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Wawan-Gunawan-2435ewrtf.jpg)