Ragam Contoh

Tata Cara Wudhu yang Benar, Lengkap Niat dan Doa Setelah Wudhu Cara Sunnah

Aturan mengenai wudhu dan puasa telah dijelaskan dengan rinci, termasuk batasan-batasan yang perlu diperhatikan

kemenag/.
ILUSTRASI WUDHU - Aturan mengenai wudhu dan puasa telah dijelaskan dengan rinci, termasuk batasan-batasan yang perlu diperhatikan serta hukum jika air tertelan tanpa unsur kesengajaan. 

Ringkasan Berita:
  • Aturan mengenai wudhu dan puasa telah dijelaskan dengan rinci, termasuk batasan-batasan yang perlu diperhatikan serta hukum jika air tertelan tanpa unsur kesengajaan.
  • Pengetahuan yang tepat mengenai hal ini juga membantu menjaga kualitas ibadah puasa agar tetap sah sekaligus sesuai dengan ajaran agama.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menjalankan ibadah puasa pada dasarnya berarti menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkannya, mulai dari makan dan minum hingga perbuatan lain yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. 

Karena itulah, sebagian umat Muslim kerap merasa khawatir ketika harus berwudhu di siang hari bulan Ramadhan, khususnya saat berkumur atau menghirup air ke dalam hidung sebagaimana dianjurkan dalam tata cara bersuci.

Kekhawatiran tersebut biasanya muncul karena takut air tanpa sengaja masuk ke tenggorokan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah kondisi seperti itu langsung membuat puasa batal? 

Padahal, dalam ajaran Islam, syariat tidak pernah dimaksudkan untuk memberatkan umatnya.

Aturan mengenai wudhu dan puasa telah dijelaskan dengan rinci, termasuk batasan-batasan yang perlu diperhatikan serta hukum jika air tertelan tanpa unsur kesengajaan.

Dengan memahami tuntunan wudhu yang benar selama bulan Ramadhan, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang tanpa dihantui rasa waswas berlebihan. 

Pengetahuan yang tepat mengenai hal ini juga membantu menjaga kualitas ibadah puasa agar tetap sah sekaligus sesuai dengan ajaran agama.

Tak Harus Mahal, Ide Hampers Lebaran 2026 Ini Tetap Cantik dan Berkesan

Anjuran Berwudhu Ketika Berpuasa

Tata cara wudhu saat berpuasa pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan wudhu di hari-hari biasa. Rukun dan urutannya tetap sama. Namun ada dua hal yang perlu diperhatikan:

1. Memasukkan Air ke Hidung Tidak Perlu Terlalu Kencang
Dalam kondisi normal, beristinsyaq, yakni memasukkan air ke hidung dan menghirupnya dengan sungguh-sungguh, sangat dianjurkan saat berwudhu.

Namun pengecualian berlaku bagi orang yang sedang berpuasa. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Sunan Ibnu Majah jilid 1 karya Imam Ibnu Majah:

٤٠٧ – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْم الطَّائِفِيُّ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْن كَثِيرِ, عَنْ عَاصِم بن لَقِيط بن صَبْرَةَ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ الله أَخْبِرْنِي عَنْ الْوُضُوءِ قَالَ: أَسْبِعُ الْوُضُوءَ وَبَالِغُ فِي الاسْتِشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا – صَحِيحٌ صَحِيح أبي داود

Artinya: Dari Abu Bakar bin Abu Syaibah, dari Yahya bin Sulaim ath-Tha’ifiy, dari Isma’il bin Katsir, dari Ashim bin Laqith bin Sabrah, ia berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, beritahulah aku tentang wudhu.’ Beliau bersabda, ‘Sempurnakanlah wudhu dan beristinsyaqlah (memasukkan air ke dalam hidung) dengan sungguh-sungguh, kecuali ketika engkau sedang berpuasa.'” (HR Abu Dawud, hadits ini dikatakan shahih)

Maka saat berpuasa, cukup masukkan air ke hidung dengan perlahan dan hati-hati, tanpa perlu dihirup terlalu dalam.

2. Berkumur Secukupnya, Jangan Berlebihan
Berkumur adalah sunah wudhu yang tetap dianjurkan meski sedang berpuasa. Namun caranya perlu dijaga. Syekh Ibrahim Al-Bajuri dalam Hasyiyatul Bajuri menjelaskan:

ويندب أن يبالغ في المضمضة والاستنشاق إلا في حق الصائم؛ فتكره له المبالغة خشية إفساد الصوم

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved