Haji 2026

7 Tips agar Jamaah Haji Tidak Tersesat di Tanah Suci, Perhatikan Hal Ini

Kepadatan jamaah di Makkah dan Madinah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji

Tayang:
Dok. Tribunnews.com
HAJI 2026 - Di tengah lautan manusia, padatnya aktivitas ibadah, serta banyaknya bangunan dan jalan yang terlihat mirip, risiko tersesat menjadi hal yang cukup sering dialami jamaah.  
Ringkasan Berita:
  • Kepadatan jamaah di Makkah dan Madinah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.
  • Di tengah lautan manusia, padatnya aktivitas ibadah, serta banyaknya bangunan dan jalan yang terlihat mirip, risiko tersesat menjadi hal yang cukup sering dialami jamaah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Musim haji kembali berlangsung dan jutaan umat Islam dari berbagai negara mulai berdatangan ke Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah haji. 

Kepadatan jamaah di Makkah dan Madinah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.

Di tengah lautan manusia, padatnya aktivitas ibadah, serta banyaknya bangunan dan jalan yang terlihat mirip, risiko tersesat menjadi hal yang cukup sering dialami jamaah. 

Kondisi ini tidak hanya dialami jamaah lanjut usia (lansia), tetapi juga bisa menimpa jamaah muda maupun mereka yang sudah berpengalaman bepergian ke luar negeri.

Berdasarkan panduan haji dari NU Online, ada sejumlah langkah penting yang perlu diperhatikan jamaah agar tidak kehilangan arah selama berada di Tanah Suci.

Apa Itu Wukuf di Arafah? Pengertian, Waktu Pelaksanaan, hingga Hikmah Penting dalam Ibadah Haji

1. Jangan Pernah Melepas Gelang Identitas

Gelang identitas menjadi perlengkapan paling penting yang wajib selalu dipakai jamaah haji. Gelang tersebut berisi data resmi jamaah, termasuk identitas dan informasi penting lainnya yang dapat membantu petugas saat terjadi keadaan darurat atau jamaah tersesat.

Karena itu, jamaah disarankan tidak melepas gelang identitas selama berada di Tanah Suci dan tidak menukarnya dengan milik orang lain dalam kondisi apa pun.

2. Lakukan ‘Orientasi’ Area Hotel

Sesampainya di hotel, jamaah sebaiknya tidak langsung terburu-buru beristirahat atau menuju tempat ibadah. Luangkan waktu untuk mengenali lingkungan sekitar hotel terlebih dahulu.

Perhatikan nama jalan, bentuk bangunan hotel, toko di sekitar penginapan, maupun tanda-tanda khusus yang mudah diingat. Langkah sederhana ini sangat membantu jamaah saat kembali dari masjid agar tidak salah jalan.

3. Selalu Simpan Kartu Nama Hotel

Setiap jamaah dianjurkan membawa kartu nama hotel ke mana pun pergi. Kartu tersebut biasanya memuat nama hotel, alamat lengkap, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

Bagi jamaah lansia, kartu hotel menjadi benda penting yang sebaiknya selalu disimpan di saku atau tas kecil. Jika tersesat, petugas atau warga sekitar dapat lebih mudah membantu mengantarkan jamaah kembali ke hotel.

4. Hindari Pergi Sendirian

Beraktivitas sendirian di Tanah Suci sangat tidak disarankan, terutama bagi perempuan dan jamaah lanjut usia. Sebaiknya jamaah bepergian bersama rombongan atau minimal memiliki teman perjalanan.

Selain lebih aman, bepergian bersama juga membantu mengurangi risiko salah jalur saat pulang dari Masjidil Haram maupun tempat ibadah lainnya.

5. Hafalkan Nomor Kloter dan Sektor

Selain mengenali hotel, jamaah juga penting menghafal nomor kloter, sektor, serta maktab tempat menginap. Informasi tersebut sangat membantu petugas haji ketika jamaah mengalami kebingungan atau kehilangan arah.

Jika sulit menghafalnya, jamaah bisa mencatat informasi tersebut di ponsel atau secarik kertas yang mudah dibawa.

Benarkah Makan Telur Bisa Menyebabkan Bisul? Ini Penjelasan Medis

6. Gunakan Ponsel dengan Bijak

Ponsel bisa menjadi alat bantu penting selama ibadah haji. Jamaah disarankan mengaktifkan lokasi (GPS), menyimpan nomor petugas kloter, serta berbagi lokasi dengan anggota rombongan.

Namun, pastikan baterai ponsel tetap terisi agar dapat digunakan sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.

7. Kekuatan doa dan rendah hati

Terakhir, jangan pernah meninggalkan ikhtiar batin. Selalu berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT sebelum melangkah keluar hotel. Jauhkan rasa sombong atau merasa sudah hafal jalanan, karena di Tanah Suci, segalanya bisa terjadi atas kehendak-Nya.

Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi, fokus ibadah Anda tentu akan lebih terjaga tanpa perlu khawatir kehilangan arah di tengah jutaan jamaah lainnya.

8. Budayakan izin ke ketua rombongan

Etika berkomunikasi sangat penting. Sebelum keluar hotel, pastikan Anda sudah berpamitan kepada ketua rombongan atau ketua regu.

Beritahu ke mana tujuan Anda dan perkiraan waktu kembali. Hal ini memudahkan koordinasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

9. Tetap tenang dan cari bendera merah putih

Jika telanjur tersesat, kunci utamanya adalah jangan panik. Jangan bertindak gegabah atau menangis berlebihan.

Carilah petugas PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) yang tersebar di titik-titik vital. Tips praktis lainnya, carilah bangunan atau hotel yang mengibarkan bendera Merah Putih. Masuklah ke sana dan mintalah bantuan kepada petugas Indonesia yang berjaga.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved