Ragam Contoh

Waspada Diet Karnivora: Minim Serat, Berisiko Tingkatkan Kolesterol dan Kekurangan Nutrisi

Tren diet karnivora yang hanya mengandalkan konsumsi makanan berbasis hewani kini semakin populer di kalangan masyarakat

Bobo.ID
DIET- Diet ekstrem ini dinilai berisiko menyebabkan kekurangan serat serta beberapa vitamin penting, sekaligus berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh jika dijalankan dalam jangka panjang tanpa pengawasan yang tepat. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam kajian tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa bukti ilmiah yang mendukung manfaat diet ini masih sangat terbatas, terutama karena belum adanya studi jangka panjang yang benar-benar dapat memastikan keamanannya bagi tubuh.
  • Untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh, para peneliti menggunakan metode scoping review, yaitu pendekatan yang bertujuan mengumpulkan serta menganalisis seluruh penelitian yang tersedia mengenai topik tertentu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tren diet karnivora yang hanya mengandalkan konsumsi makanan berbasis hewani kini semakin populer di kalangan masyarakat. 

Namun, di balik klaim manfaatnya, sejumlah penelitian terbaru justru menyoroti potensi risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan. 

Diet ekstrem ini dinilai berisiko menyebabkan kekurangan serat serta beberapa vitamin penting, sekaligus berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh jika dijalankan dalam jangka panjang tanpa pengawasan yang tepat.

Temuan tersebut merujuk pada laporan ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients, yang mengulas berbagai penelitian terkait dampak diet karnivora terhadap kesehatan manusia. 

Dalam kajian tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa bukti ilmiah yang mendukung manfaat diet ini masih sangat terbatas, terutama karena belum adanya studi jangka panjang yang benar-benar dapat memastikan keamanannya bagi tubuh.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh, para peneliti menggunakan metode scoping review, yaitu pendekatan yang bertujuan mengumpulkan serta menganalisis seluruh penelitian yang tersedia mengenai topik tertentu. 

Metode ini dipilih karena jumlah studi yang relevan masih minim, serta belum adanya uji klinis berskala besar yang secara khusus meneliti diet karnivora.

Cara Mendapatkan Bantuan Hukum Gratis, Ikuti Panduan untuk Masyarakat Kurang Mampu

Dalam proses seleksi penelitian, hanya studi yang melibatkan manusia dan sepenuhnya menerapkan pola makan berbasis produk hewani yang dimasukkan dalam analisis. 

Sementara itu, penelitian yang masih mengandung lebih dari 10 persen makanan nabati tidak diikutsertakan agar hasilnya lebih spesifik.

Dari keseluruhan proses tersebut, hanya ditemukan sembilan studi yang memenuhi kriteria, yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. 

Hal ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai diet karnivora masih sangat terbatas dan belum cukup kuat untuk dijadikan acuan utama dalam menentukan pola makan jangka panjang.

Selain itu, sebagian besar data yang tersedia berasal dari laporan subjektif, seperti pengalaman pribadi, survei di media sosial, serta studi kasus dalam skala kecil. Kondisi ini membuat validitas ilmiah dari klaim manfaat diet karnivora masih perlu dipertanyakan.

Memang, sejumlah pelaku diet ini melaporkan berbagai perubahan positif, seperti meningkatnya energi, rasa kenyang yang lebih tahan lama, kualitas tidur yang membaik, hingga meningkatnya konsentrasi. 

Namun demikian, hasil penelitian juga mengungkap adanya kekurangan nutrisi yang cukup signifikan.

Salah satu temuan utama adalah rendahnya asupan serat, yang rata-rata kurang dari 1 gram per hari. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved