Ragam Contoh

Kardinal Ignatius Suharyo Ajak Umat Katolik Doakan Perdamaian Dunia di Momen Paskah 2026

Paus Fransiskus memiliki harapan besar agar konflik antarnegara dapat segera berakhir

keluargakudus.pnk
KUDUS- Dalam keterangannya di Gereja Katedral Jakarta pada Minggu 5 April 2026, Kardinal Suharyo menegaskan bahwa Paus Fransiskus memiliki harapan besar agar konflik antarnegara dapat segera berakhir, khususnya menjelang perayaan Paskah. Namun, harapan tersebut belum terwujud hingga saat ini. 

Ringkasan Berita:
  • Menurut Kardinal Suharyo, konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia tidak lepas dari adanya “kekuatan kegelapan” dalam diri para pemimpin yang kehilangan kejernihan hati.
  • Ia menilai kondisi tersebut dapat membawa dampak besar terhadap situasi global yang semakin tidak stabil.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, mengajak umat Katolik untuk menjadikan momen Paskah sebagai waktu refleksi sekaligus doa bagi perdamaian dunia. 

Seruan ini sejalan dengan ajakan pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus, yang terus mendorong umat di seluruh dunia untuk berdoa setiap hari demi terciptanya kedamaian global.

Dalam keterangannya di Gereja Katedral Jakarta pada Minggu 5 April 2026, Kardinal Suharyo menegaskan bahwa Paus Fransiskus memiliki harapan besar agar konflik antarnegara dapat segera berakhir, khususnya menjelang perayaan Paskah. Namun, harapan tersebut belum terwujud hingga saat ini.

“Beliau mengajak seluruh umat Katolik di dunia untuk terus berdoa demi perdamaian. Bahkan berharap sebelum Paskah perang bisa selesai, namun kenyataannya belum terjadi,” ungkapnya.

Menurut Kardinal Suharyo, konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia tidak lepas dari adanya “kekuatan kegelapan” dalam diri para pemimpin yang kehilangan kejernihan hati.

Ia menilai kondisi tersebut dapat membawa dampak besar terhadap situasi global yang semakin tidak stabil.

Sinopsis Drakor If Wishes Could Kill, Teror Aplikasi Pengabul Keinginan yang Berujung Kematian

Meski demikian, ia tetap meyakini bahwa di tengah situasi yang penuh ketegangan, masih ada secercah harapan berupa nilai-nilai kemanusiaan yang terus hidup. 

Ia mengibaratkan harapan tersebut seperti lilin kecil yang tetap menyala di tengah kegelapan.

“Saya percaya, di tengah kegelapan selalu ada cahaya, meskipun kecil, yang tetap menerangi nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Kardinal Suharyo juga menyoroti bahaya keserakahan, baik pada level individu maupun negara. Ia mengingatkan bahwa keserakahan yang didukung oleh kekuatan senjata dapat menghancurkan nilai-nilai peradaban dan kemanusiaan.

“Jika keserakahan terus dibiarkan, apalagi didukung oleh kekuatan mematikan, maka nilai keadaban bisa hilang,” tegasnya.

Seperti diketahui, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Raya Paskah pada Minggu 5 April 2026. 

Sebelum perayaan puncak, rangkaian ibadah telah dilaksanakan, mulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Sabtu Suci.

Di Gereja Katedral Jakarta, perayaan Misa Paskah digelar dalam tiga sesi, yaitu pukul 08.30, 11.00, dan 17.00 WIB. Misa pagi dipimpin langsung oleh Ignatius Kardinal Suharyo, yang sekaligus menyampaikan pesan damai bagi umat dan dunia.

Momentum Paskah tahun ini pun menjadi pengingat kuat bahwa di tengah konflik global, harapan akan perdamaian tetap harus dijaga melalui doa, solidaritas, dan kepedulian antar sesama.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved