Ragam Contoh

Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan untuk Meraih Malam Lailatul Qadar, Ustaz Abdul Somad

Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi momen yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia

ABDUL MAJEED
RAMADAN- Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi momen yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yakni Lailatul Qadar, malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. 

 

TRIBUNPONTIANAK,CO.ID - Memasuki fase akhir bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi momen yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yakni Lailatul Qadar, malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan.

Pada periode ini, umat Muslim diingatkan untuk tidak lengah ataupun terlena. Justru sebaliknya, sepuluh hari terakhir Ramadhan seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memperbanyak amalan ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga bulan suci ini benar-benar berakhir.

Pendakwah kondang Indonesia, Abdul Somad, turut menjelaskan sejumlah amalan yang dapat dilakukan oleh umat Islam pada sepuluh malam terakhir Ramadhan agar berkesempatan meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Menurutnya, memperbanyak ibadah pada akhir Ramadhan merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang menjelaskan bagaimana Nabi meningkatkan ibadah ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: Dari Aisyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah. (Muttafaq ‘alaih).

Ramadhan Sebagai Sarana Audit Diri: Menata Neraca Kehidupan

Penjelasan ini menunjukkan bahwa pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah, bahkan mengajak keluarga untuk ikut menghidupkan malam dengan berbagai amalan.

Ustaz Abdul Somad juga menekankan bahwa selama bulan Ramadhan umat Islam tidak hanya menjalankan puasa wajib di siang hari, tetapi juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah yang dapat meningkatkan kualitas spiritual.

Ia menjelaskan bahwa makna puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa juga mengajarkan umat Islam untuk menahan diri dari berbagai hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.

“Siangnya shiyam, apa artinya? Tahan mata, telinga, otak, lidah, hati, tangan, dan kaki. Shiyam itu tetap beraktivitas namun tetap menundukkan pandangan dan menjaga kontrol diri,” ujar Ustaz Abdul Somad.

Selain menjaga diri di siang hari, umat Islam juga dianjurkan untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan berbagai ibadah seperti qiyamul lail atau sholat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa dan istighfar.

Ia juga menjelaskan bahwa bagi mereka yang telah melaksanakan salat witir setelah tarawih, tidak perlu lagi mengulang witir setelah melaksanakan tahajud. Setelah itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan terus beramal hingga akhir Ramadhan.

“Beramal dari awal Ramadhan hingga akhir, Allah akan memberikan Lailatul Qadar, Insya Allah,” ujarnya.

Terkait tanda-tanda seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa Allah SWT tidak memberikan petunjuk yang pasti mengenai hal tersebut. Hal ini bertujuan agar umat Islam terus berusaha meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Namun demikian, menurutnya ada satu tanda yang dapat dirasakan oleh seseorang yang mendapatkan keberkahan malam tersebut, yakni adanya perubahan dalam diri menjadi lebih baik setelah Ramadhan berakhir.

“Jika setelah Ramadhan seseorang menjadi lebih baik dalam ibadah dan perilakunya, maka itu bisa menjadi salah satu tanda bahwa ia memperoleh keberkahan Lailatul Qadar,” pungkasnya.

Berikut bacaan niat Sholat Tahajud, Sholat Tobat, Sholat Hajat, Sholat Tasbih dan Sholat Witir selengkapnya: 

1. Niat Sholat Tahajud 

Sholat Tahajud adalah sholat sunah yang dikerjakan setelah bangun dari tidur. Cara mengerjakan Sholat Tahajud sama seperti sholat sunah lainnya minimal 2 rakaat. 

Niat salat tahajud adalah sebagai berikut : 

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى 

Bahasa latin : Ushollii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa. 

Artinya : Aku (niat). shalat sunat tahajud 2 rakaat, karena Allah Ta’ala 

2. Niat Sholat Tobat 

Sholat Tobat adalah sholat sunah minimal 2 rakaat untuk memohon ampun atas segala dosa kepada Allah Swt. 

Bacaan Niat Sholat Tobat adalah: 

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَي 

Ushalli sunnatat taubati rok’ataini lillahi ta’ala 

Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Allah. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved