Ragam Contoh

4 Tips Aman Mengontrol Gula Darah saat Puasa Ramadan bagi Penderita Diabetes

Perubahan waktu makan, pola tidur, hingga aktivitas harian dapat memengaruhi kestabilan kadar gula darah jika tidak diatur dengan baik.

IST
DIABETES- penderita diabetes tetap dapat menjalankan puasa dengan aman selama mampu mengelola pola makan, asupan cairan, serta gaya hidup secara tepat.  

Ringkasan Berita:
  • Perubahan waktu makan, pola tidur, hingga aktivitas harian dapat memengaruhi kestabilan kadar gula darah jika tidak diatur dengan baik.
  • Berikut beberapa tips penting untuk membantu mengontrol kadar gula darah saat sahur dan berbuka puasa bagi penderita diabetes.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bisa menjadi tantangan tersendiri bagi penderita diabetes. 

Perubahan waktu makan, pola tidur, hingga aktivitas harian dapat memengaruhi kestabilan kadar gula darah jika tidak diatur dengan baik.

Meski demikian, penderita diabetes tetap dapat menjalankan puasa dengan aman selama mampu mengelola pola makan, asupan cairan, serta gaya hidup secara tepat. 

Dengan strategi yang benar, ibadah tetap dapat dijalankan dengan lancar tanpa mengabaikan kondisi kesehatan.

Berikut beberapa tips penting untuk membantu mengontrol kadar gula darah saat sahur dan berbuka puasa bagi penderita diabetes.

Apakah Mandi Junub Tanpa Sampo Tetap Sah? Ini Penjelasan Fikih dan Hukumnya Saat Puasa

1. Terapkan Pola Makan Teratur Tiga Kali Sehari

Selama Ramadan, kebutuhan kalori bagi penderita diabetes pada dasarnya tidak mengalami perubahan signifikan. Oleh karena itu, pola makan tetap dianjurkan dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu saat sahur, berbuka puasa, dan makan malam setelah salat tarawih sekitar pukul 20.00.

Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya jadwal makan, tetapi juga porsi dan komposisi makanan. Penderita diabetes disarankan untuk menghindari kebiasaan makan berlebihan saat berbuka puasa atau “balas dendam” setelah seharian menahan lapar.

Konsumsi makanan dalam jumlah berlebihan dapat memicu lonjakan kadar gula darah serta meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Sebagai gantinya, pilih makanan dengan indeks glikemik rendah, perbanyak asupan serat, serta seimbangkan konsumsi karbohidrat, protein, dan lemak sehat agar kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan dengan Pola 2-4-2

Selain menjaga pola makan, pemenuhan kebutuhan cairan juga sangat penting selama berpuasa. Dehidrasi dapat memengaruhi kestabilan kadar gula darah, sehingga penderita diabetes tetap perlu memastikan asupan cairan terpenuhi dengan baik.

Menurut anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebutuhan air putih bagi orang dewasa tetap sekitar delapan gelas atau setara dengan dua liter per hari.

Pola konsumsi air yang dianjurkan selama Ramadan dikenal dengan metode 2-4-2, yaitu:

2 gelas air saat berbuka puasa

4 gelas air pada malam hari hingga menjelang sahur

2 gelas air saat sahur

Selain itu, penderita diabetes juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh. Kandungan kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil yang berpotensi menyebabkan dehidrasi selama menjalani puasa.

3. Jangan Lewatkan Sahur untuk Cegah Hipoglikemia

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved