Ragam Contoh

Cara Memperbaiki Data DTSEN Agar Bisa Dapat PKH, BPNT, PBI-JK hingga KIP Kuliah 2026

Kabar baiknya, data DTSEN bersifat dinamis dan dapat diperbarui. Artinya, posisi desil dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi keluarga yang terbaru

Tribunpontianak.co.id/net/ka
BANSOS- Proses perubahan desil tidak berlangsung dalam semalam. Setelah pengajuan diterima dan verifikasi lapangan selesai, data akan melewati musyawarah desa atau kelurahan sebelum akhirnya diserahkan ke BPS untuk diproses ulang. Saat ini, BPS melakukan perankingan ulang setiap tiga bulan sekali. 

Ringkasan Berita:
  • Ketidaksesuaian tersebut membuat hak atas berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PBI Jaminan Kesehatan, hingga KIP Kuliah bisa terlewat begitu saja.
  • Sistem ini menggantikan data sebelumnya, yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang selama ini menjadi dasar penentuan penerima bansos.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Penentuan tingkat kesejahteraan atau desil menjadi faktor penting dalam menentukan apakah seseorang berhak menerima bantuan sosial dari pemerintah. 

Sistem ini digunakan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan kondisi ekonomi, sehingga penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran.

Namun, di lapangan masih banyak keluarga yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi datanya belum sesuai dengan kondisi nyata. 

Ketidaksesuaian tersebut membuat hak atas berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PBI Jaminan Kesehatan, hingga KIP Kuliah bisa terlewat begitu saja.

Sejak diberlakukannya kebijakan terbaru melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, pemerintah menetapkan penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai satu-satunya acuan dalam penyaluran bantuan sosial. 

Sistem ini menggantikan data sebelumnya, yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang selama ini menjadi dasar penentuan penerima bansos.

Dengan sistem baru tersebut, posisi desil seseorang dalam DTSEN menjadi penentu utama apakah mereka masuk daftar penerima bantuan atau tidak. 

Semakin rendah desil, semakin besar peluang untuk mendapatkan bantuan sosial sesuai kriteria pemerintah.

Kabar baiknya, data DTSEN bersifat dinamis dan dapat diperbarui. Artinya, posisi desil dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi keluarga yang terbaru. 

Jika data Anda belum mencerminkan keadaan sebenarnya, masyarakat bisa menempuh jalur resmi melalui pemerintah desa atau kelurahan, pendamping sosial, maupun aplikasi resmi terkait untuk mengajukan perbaikan data.

Langkah ini penting agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. 

Dengan memastikan data akurat dan selalu diperbarui, peluang mendapatkan bantuan seperti PKH, BPNT, PBI-JK, maupun KIP Kuliah akan semakin terbuka.

Jadwal Pencairan KIP Kuliah 2026, Tahapan hingga Pengecekan Secara Online

Tingkatan Desil DTSEN

Sistem desil membagi seluruh penduduk ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 adalah kelompok dengan kondisi paling berat, sementara desil 10 adalah yang paling sejahtera.

Berikut gambaran umum setiap tingkatan desil:

Desil 1 : Miskin ekstrem
Desil 2 : Miskin
Desil 3 : Hampir miskin
Desil 4 : Rentan miskin
Desil 5 : Batas bawah kelas menengah
Desil 6–10 : Menengah ke atas, umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos
Siapa yang berhak mendapatkan bansos?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved